POJOKSULSEL, BULUKUMBA –Tarian Pepepepeka Baine dari Sulawesi Selatan (Sulsel) menyajikan pesona magis, terutama pada bagian para penari bermain dengan api yang membakar tubuh mereka. Pertunjukan inilah yang ditampilkan oleh enam siswi Madrasah Aliyah Negeri 1 Bulukumba (MAN 1 Bulukumba), di hadapan warga madrasah pada acara pembukaan Pekan Olahraga Seni dan Dakwah (Porsenda) tahun 2025, Selasa (9/12/2025).

Para siswi MAN 1 Bulukumba menarikan tarian magis Pepepepeka Baine membawa obor dengan api yang menjilat-jilat tubuh dan pakaian yang mereka gunakan (baju bodo yang telah dimodifikasi), mereka juga menghembuskan api lewat mulut yang disemburkan di udara dan sekililing.

Namun tubuh para penari yang disulut dengan api itu tidak terbakar, begitu juga baju yang dikenakan pun tidak terbakar. Termasuk Wakamad Kesiswaan MAN 1 Bulukumba Ihsan Ashadi yang diminta ke arena tari tidak terbakar api. Tiga penari menyulut api namun tidak membakar kulit dan pakaian yang digunakan.

Baca Juga: PKKM Digelar, Kinerja Kepala MI DDI Takkalasi Dapat Saran Penguatan

Tarian ini menampilkan atraksi menegangkan dan koreogerafi tersendiri, tari Pepepepeka Baine adalah pengembangan dari tradisi Pepepepeka ri Makka yang sudah ada berkembang sejak abad ke-15.

Pepepepeka ri Makka sendiri merupakan seni tari api, tetapi dilakukan oleh para laki-laki. Sejumlah sanggar seni melakukan eksplorasi dengan melibatkan para perempuan sebagai penari api yang melahirkan pertunjukan turunan yang bernama Pepe Pepe Baine.

“Pepe dalam bahasa Makassar berarti api, sedangkan pepe-pepe artinya bermain api. Baine artinya perempuan. Awalnya, tarian api ini digunakan sebagai salah satu medium dakwah oleh Syekh Yusuf Al Makassari dan penerusnya,” jelas Bahar Dg Nyikko, Wakamad Humas MAN 1 Bulukumba yang juga masih merupakan Keluarga Bate Salapang Kerajaan Gowa.

Baca Juga: Arrazy Hasyim Akan Kembali Hadir di Sulbar, Ini Agenda Lengkap Safari Dakwah Buya Arrazy di 4 Titik

Porsenda yang digelar MAN 1 Bulukumba sendiri mengangkat tema berakhlak dalam karya, berprestasi dalam cinta’ sebagai rangkaian olahraga, seni, dan dakwah, sebuah kegiatan rutin tahunan di lingkungan madrasah yang bertujuan untuk menyalurkan bakat, meningkatkan sportivitas, dan mempererat kebersamaan antar siswa melalui sejumlah kompetisi.

Kepala MAN 1 Bulukumba, Syarifuddin membuka kegiatan ini, Seluruh guru dan tenaga pendidik hadir, setelah pembukaan siswa melakukan devile antarkelas yang pawai di sekitar madrasah.

Pertunjukan tari ini memang ekstrem. Api yang dikolaborasikan koreografi yang energik. Mereka meliuk-liuk dan sesekali mengarahkan lidah-lidah api pada tubuh. Pertunjukan semakin menarik kala penari mengajak penonton untuk menjadi "korban" jilatan api obor tarian ini juga menceritakan manusia kebal dari api yang terinspirasi dari kisah Nabi Ibrahim, dibakar dan tidak mempan oleh api.

***