POJOKSULSEL, MAMASA - Dua penyuluh agama Islam asal Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, lolos sebagai peserta Penyuluh Agama Islam atau PAI Award 2025 tingkat nasional yang digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Dua Penyuluh Agama Islam dari Kabupaten Mamasa yang tembus ke PAI Award 2025, yaitu Dr. Andi Ariani Hidayat dari KUA Sesenapadang dan Jamaluddin atau Ustadz Jamal dari KUA Kecamatan Mamasa.

Dr. Andi Ariani Hidayat akan mewakili Sulbar dalam kategori Pendampingan Kelompok Rentan di PAI Award 2025. Sementara, Jamaluddin pada kategori Pemberdayaan Ekonomi Umat.

Baca Juga: Pemkot dan Pengadilan Negeri Parepare Teken MoU Demi Pelayanan Hukum Berkeadilan

Andi Ariani Hidayat dikenal sebagai sosok yang aktif dalam pembinaan spiritual dan sosial, terutama bagi kelompok muallaf, remaja, dan majelis taklim perempuan di pelosok Mamasa.

Dengan latar pendidikan Sarjana Teologi Islam (S.Th.I), Magister Hukum Islam (M.HI), dan gelar Doktor, Andi Ariani Hidayat aktif mendorong kemandirian kelompok rentan melalui program pendampingan yang komprehensif, mulai dari sisi rohani hingga ekonomi.

“Keikutsertaan beliau dalam ajang ini adalah kebanggaan besar bagi Mamasa dan seluruh penyuluh agama di Sulawesi Barat,” kata Kepala Kemenag Mamasa, H. Ramli dilansir laman Kemenag Mamasa.

Baca Juga: Penyebab WNA Asal Malaysia Dideportasi dari Sulsel Hingga Masuk Daftar Penangkalan

Sementara itu, Jamaluddin atau yang akrab disapa Ustadz Jamal, juga melenggang ke PAI Award nasional berkat kiprahnya dalam pemberdayaan ekonomi umat.

Lahir di kampung terpencil Battallopi, Majene, 31 Desember 1979, Ustadz Jamal telah mengubah wajah dakwah di Mamasa dengan prinsip: dakwah bukan sekadar tugas, tapi panggilan cinta.

Ustadz Jamal fokus pada pemberdayaan ekonomi umat berbasis zakat. Melalui kerja sama dengan BAZNAS Mamasa, ia menggerakkan pemanfaatan zakat secara optimal untuk membantu dhuafa agar mandiri secara ekonomi.

Baca Juga: Menteri Komdigi Ajak Anak Muda Sulsel Kawal Transformasi Digital Berbasis AI

Salah satu kisah keberhasilannya adalah pendampingan kepada seorang warga bernama Bohari, yang awalnya bekerja sebagai tukang ojek. Berkat dukungan Ustadz Jamal, kini Bohari menjadi petani sayur dengan penghasilan tetap.

“Dakwah beliau bukan hanya di mimbar, tapi turun langsung membantu warga miskin agar bisa bangkit,” ujar Ketua IPARI Mamasa, Ustadz Basri.

Ustadz Jamal juga aktif sebagai pembina majelis taklim, pengajar TPA, hingga pembimbing rohani bagi narapidana Muslim di Lapas Kelas III Mamasa. Ia kini menjabat sebagai Ketua Bidang Pemberdayaan Ekonomi IPARI Kabupaten Mamasa.

Penyuluh Agama Islam Award 2025 menjadi ajang bergengsi untuk memberi penghargaan bagi para penyuluh berprestasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Dukungan pun mengalir dari Kemenag Mamasa dan masyarakat Sulbar, agar keduanya bisa meraih hasil terbaik di tingkat nasional.

***