POJOKSULSEL, MAMUJU - Bupati Kabupaten Mamuju Sitti Sutinah Suhardi, merespons harga beras yang melonjak di pasaran.
Sitti Sutinah Suhardi mengatakan, jika tingginya harga beras di pasaran untuk wilayah Kabupaten Mamuju, dipengaruhi oleh fakfor belum masuknya musim panen.
Sitti Sutinah Suhardi menjelaskan jadwal petani yang belum memasuki musim panen di Kabupaten Mamuju, berdampak pada ketersediaan teebatas dan dan memengaruhi stabilitas harga beras.
Ia mengatakan, musim panen diperkirakan mulai pada bulan April mendatang.
Karena itu, Sitti Sutinah Suhardi meyakini setelah memasuki musim panen, maka harga beras diharapkan dapat kembali stabil.
Untuk mengitervensi stabilitas harga pangan, Pemerintah Kabupaten Mamuju rencananya juga akan melakukan operasi pasar bekerjasama dengan pihak-pihak terkait.
Baca Juga: Profil dan Biodata Abdul Halim, Pria Kelahiran Wonomulyo Hatrick Lolos DPRD Sulbar
Selanjutnya, Bupati Kabupaten memberi perhatian terhadap stok bahan pangan menjelang bulan Ramadhan.
Untuk itu, guna memastikan pasokan beras, terigu dan minyak goreng pada Badan Urusan Logistik (Bulog), Sitti Sutinah Suhardi, bersama Forkopimda memantau gudang Bulog di Jalan Gatot Subroto Mamuju.
Dari pantauan yang dilakukan serta hasil komunikasi bersama pihak Bulog, dipastikan bahwa bahan pangan seperti beras dan terigu serta minyak goreng masih relatif aman dan diperkirakan masih dapat memenuhi kebutuhan hingga lima bulan ke depan.
Usai meninjau langsung gudang Bulog, Sitti Sutinah Suhardi bersama Dandim 1418 Mamuju, Kepala Kejaksaan Negeri Mamuju, serta perwakilan Polresta Mamuju, melanjutkan pemantauan di Pasar Baru untuk mengecek secara langsung kondisi harga barang di pasar sehingga diperoleh data yang lebih akurat.
Diketahui, lonjakan harga beras menjadi perhatian serius di sejumlah daerah di Indonesia.
Kenaikan harga berasa juga berdampak terhadap pedagang nasi kuning di Kota Makassar.
Pedagang di Kota Makassar terpaksa memilih mengurangi porsi nasi kuning akibat mahalnya harga beras.
***




