POJOKSULSEL, GOWA - UIN Alauddin Makassar kembali menambah profesor. Mantan Dekan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Dr Muhsin Mahfudz akan menerima Keputusan Menteri Agama atau KMA Guru Besar, Kamis (14/12/2023).
Muhsin Mahfudz yang pernah menjabat sebagai Kaprodi Ilmu Hadis UIN Alauddin Makassar, akan menerima KMA Guru Besar di Ruang Rapat Dirjen Pendis Lt 7 Kantor Kemenag RI, di Jalan Lapangan Benteng Barat, Nomor 3-4 Jakarta Pusat.
Muhsin Mahfudz akan menerima KMA sebagai Guru Besar dalam kepakaran bidang tafsir UIN Alauddin Makassar. Diketahui, Menag telah menandatangani 63 KMA Guru Besar dalam rumpun ilmu agama.
Selain Muhsin Mahfudz dari UIN Alauddin Makassar, tercatat ada nama Dr Syaparuddin dari IAIN Bone dan Delmus Puneri Salim P.hD dari IAIN Manado, yang juga akan menerima KMA Guru Besar.
Bertambahnya guru besar UIN Alauddin telah sejalan dengan Pancacita Rektor Prof Hamdan Juhannis.
Sambutan Prof Hamdan Juhannis pada Dies Natalis ke-58 UIN Alaudin Makassar, November lalu, ia mengatakan salah satu yang juga sedang membumi di kampus adalah publikasi yang aktif.
Ia mengatakan, civitas akademika UIN Alauddin Makassar terus bergerak mempublikasikan ide-ide cemerlang dan hasil-hasil penelitian dalam bentuk artikel.
"Baik yang berskala nasional maupun pada jurnal internasional bereputasi," katanya.
Baca Juga: Behind The Scene 17th Makassar Koi Show 2023: Ikan Juara Jatuh di Jalan, Alhamdulillah...
Prof Hamdan Juhannis menjelaskan, salah satu indikator masifnya publikasi di UIN Alauddin Makassar, adalah trend jumlah Guru Besar meningkat signifikan.
Prof Hamdan mengatakan, UIN Alauddin memproyeksikan 75 guru besar pada tahun 2023 ini. Sementara itu, total jumlah dosen sebanyak 789 orang.
Ia mengatakan, jumlah guru besar UIN Alauddin Makassar sudah hampir 10 persen dari jumlah dosen yang ada saat ini,
Baca Juga: Luncur Rumah Kreatif Desa Pappandangan, Pemkab Polman Sampaikan Terima Kasih Pendampingan Unasman
Jumlah tersebut, kata Prof Hamdan Juhannis, bisa menjadi modal sosial yang jika dikapitalisasi maka akan melahirkan energi terbarukan.
"Energi yang bisa membangkitkan gairah untuk memajukan kampus sekaligus menjayakan bangsa. Ilmu Guru Besar adalah ilmu yang terus terbarukan," katanya. ***




