POJOKSULSEL, MAROS – Kementerian Koperasi dan UKM melalui Asisten Deputi Pengembangan Rantai Pasok Usaha Mikro menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Penguatan Ekosistem Ekonomi Kreatif dan Optimalisasi PLUT KUMKM melalui Hexahelix Collaborator di Kabupaten Maros.
FGD ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari enam elemen hexahelix, yaitu akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah, media, dan lembaga keuangan/agregator.
FGD ini juga melibatkan Indonesia Creative Cities Network (ICCN), praktisi ekonomi kreatif, serta perwakilan PLUT KUMKM Kabupaten Maros, Selasa (20/8/2024).
Baca Juga: Pemkot Parepare dan Kejari Perkuat Kerjasama Penanganan Masalah Hukum Perdata dan Tata Negara.
Acara dibuka oleh Kepala Bidang UMKM Dinas Kopurindag Maros, Hilmi Harasudin, bersama
Penjabat UPT PLUT KUKM Dinas Kopurindag Maros, Fajrin Yusuf.
Selain itu, turut hadir Analis Kebijakan Ahli Muda Fungsional Kemenkop UKM, Sri Widada, bersama timnya.
Diskusi dipandu oleh Bahrul Ulum Ilham, tenaga ahli PLUT KUMKM Kemenkop.
Baca Juga: UMI Sambut Mahasiswa Baru 2024 Berbasis Pesantren Secara Offline
Dalam sambutannya, Sri Widada menekankan pentingnya ICCN sebagai wadah strategis bagi insan kreatif untuk mengembangkan potensi diri dan UMKM di Indonesia.
Menurutnya, ICCN dapat menjadi mitra pemerintah dalam mendorong kemajuan sektor UMKM di Tanah Air.
Ia juga menyebutkan bahwa industri kreatif memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi jangka panjang, sebagaimana laporan Deloitte UK yang menunjukkan bahwa ekonomi kreatif lebih bertahan dibandingkan ekonomi berbasis eksplorasi alam.
Baca Juga: Daftar dan Progres Realisasi Rekonstruksi 7 Paket Ruas Jalan Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2024
FGD ini bertujuan untuk memetakan dan mengidentifikasi peran serta kontribusi dari berbagai stakeholder dalam ekosistem ekonomi kreatif, termasuk peran PLUT KUMKM dalam mendukung UMKM.
Diskusi fokus pada identifikasi potensi daerah, inovasi R&D, pengembangan SDM, produk kreatif UMKM, serta analisis pasar yang terhubung dengan aggregator dan offtaker.
Kabupaten Maros terpilih sebagai salah satu dari 22 PLUT yang menjadi pilot project Kemenkop UKM bersama ICCN dalam program optimalisasi pelayanan PLUT melalui penguatan ekonomi kreatif.
Produk unggulan daerah seperti gula aren, kopi, pisang, dan keripik menjadi fokus utama dalam pengembangan ini.
FGD ini diharapkan mampu mendorong kolaborasi yang lebih erat antara berbagai pihak untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Kabupaten Maros dan sekitarnya.
***




