POJOKSULSEL, MAKASSAR - Wakil Rektor II Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UIN Alauddin Makassar), Prof Andi Aderus, resmi mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon Rektor Institut Agama Islam Negeri Parepare (IAIN Parepare periode 2026–2030. Menariknya, Prof Andi tercatat sebagai pendaftar pertama dalam proses penjaringan calon pimpinan kampus tersebut.

Prof Andi Aderus mendaftar di Lantai 1 Gedung Rektorat IAIN Parepare pada Jumat (9/1/2026) sekitar pukul 14.00 Wita. Ia datang didampingi Wakil Rektor IV UIN Alauddin Makassar, Prof Muhammad Amry, serta sejumlah kolega dari IAIN Parepare.

“Saya kira saya pendaftar terakhir, ternyata pendaftar pertama bakal calon Rektor IAIN Parepare,” ujar Prof Andi Aderus saat dihubungi, Jumat siang.

Di balik keputusannya mendaftar, Prof Andi mengungkapkan sejumlah alasan kuat. Pertama, faktor kedekatan emosional dengan Kota Parepare yang menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup dan akademiknya.

Baca Juga: Pengisian PDSS SPAN PTKIN 2026 Dibuka Hingga 7 Februari, Ini 8 Tahapan Krusialnya

“Parepare ini tidak asing bagi saya. Sebelum ke Mesir kuliah, saya kuliah dulu di Parepare. Setelah pulang dari Mesir, saya juga beberapa tahun di Parepare sebelum ke Makassar,” jelasnya.

Alasan kedua, lanjut Prof Andi Aderus, adalah dorongan untuk berkontribusi lebih besar dalam pengembangan institusi. Menurutnya, meskipun pimpinan-pimpinan sebelumnya telah bekerja keras, masih banyak ruang yang bisa dikembangkan di IAIN Parepare.

“Sebagai putra bangsa, saya melihat masih banyak hal yang perlu dikembangkan di IAIN Parepare, termasuk bagaimana proses percepatan agar IAIN Parepare bisa segera bertransformasi menjadi UIN,” ujarnya.

Selain itu, Prof Andi Aderus juga menyoroti aspek tata kelola kelembagaan, khususnya status IAIN Parepare yang masih sebagai satuan kerja (satker). Ia menilai, dorongan menuju Badan Layanan Umum (BLU) menjadi langkah strategis agar kampus lebih mandiri dalam pengelolaan anggaran.

“Kalau masih satker, seluruh pembiayaan bergantung pada negara. Sementara BLU memberikan ruang kemandirian yang lebih luas dalam pengaturan anggaran,” katanya.

Pengalaman Prof Andi Aderus sebagai Wakil Rektor II UIN Alauddin Makassar sekaligus Ketua Pengembangan BLU di kampus tersebut menjadi modal penting yang ingin ia terapkan di IAIN Parepare.

“Kebetulan selama saya menjabat Warek II UIN Alauddin Makassar, saya juga dipercaya sebagai Ketua Pengembangan BLU. Saya kira pengalaman itu bisa dikembangkan di IAIN Parepare,” tegasnya.

Tidak hanya mendaftar, Prof Andi Aderus juga menyempatkan diri bersilaturahmi dengan Rektor IAIN Parepare, Prof Hannani. Pertemuan tersebut diisi dengan diskusi ringan terkait pengembangan institusi ke depan.

“Kami berdua sama-sama putra bangsa yang ingin mengembangkan IAIN Parepare. Siapa pun yang terpilih nanti, harapannya tetap bisa membawa kemajuan bagi institusi,” ujarnya.

Prof Andi Aderus menegaskan, apabila dirinya diberi amanah memimpin IAIN Parepare, ia siap belajar dan melanjutkan berbagai program positif yang telah dirintis oleh pimpinan sebelumnya.

“Kalau memang ditakdirkan di Parepare, tentu saya akan banyak belajar dari Pak Rektor sebelumnya,” tutupnya.