POJOKSULSEL, LUWU - Pemprov Sulsel telah membuka jalur wilayah terisolir di jalur Bonglo Pantilang, Kabupaten Luwu, sepanjang 10,6 kilometer (km)
Jalur Bonglo Pantilang yang dikerjakan Pemprov Sulsel berada di Kecamatan Bastem Utara, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.
Jalur Bonglo Pantilang juga menjadi alternatif jalan penghubung Kabupaten Luwu dan Kabupaten Tana Toraja.
Baca Juga: Buruan Cek, Kena Tilang Elektronik Atau Tidak? Begini Caranya, Khusus Makassar
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman meresmikan jalur Bonglo Pantilang. Ia didampingi Bupati Luwu Basmin Mattayang dan Wakil Bupati Toraja Utara Frederik Viktor Palimbong.
Andi Sudirman Sulaiman bersyukur peningkatan Jalan Bonglo Pantilang, Kecamatan Bastem Utara, Kabupaten Luwu, selesai dikerjakan.
"Ini salah satu akses dari Luwu Raya menuju Toraja," kata Andi Sudirman Sulaiman, Rabu (30/8/2023)
Baca Juga: Keren! 2 Dosen FDK UIN Alauddin Presentasi Hasil Penelitian Komunikasi di Rakornas Aspikom
Ruas jalan Bonglo Pantilang, kata Andi Sudirman Sulaiman, akan menghubungkan akses jalan dari Kota Palopo, Kabupaten Luwu, dan Kabupaten Toraja.
Jalur penghubung 3 wilayah di sebelah utara Sulawesi Selatan, yakni melalui ruas Palopo Latuppa Bonglo Pantilang Rantepao.
Jalur Bonglo Pantilang mendapatkan kucuran dana dari Pemprov Sulsel selama dua tahun, yakni 2022 dan 2023.
Baca Juga: Dosen UKM Malaysia, Jadi Pembicara Konferensi Internasional Komunikasi di Pekanbaru
Total anggaran yang digelontorkan Pemprov Sulsel selama 2 tahun sebesar Rp 39 miliar.
"Untuk pengaspalan 10,6 Km. Dalam dua tahun kita bisa tangani dan tuntaskan sepanjang 10,6 km," kata Andi Sudirman Sulaiman.
Pada kesempatan itu, Andi Sudirman Sulaiman mengapresiasi Bupati Luwu beserta jajaran, atas realisasi bantuan keuangan Pemprov Sulsel untuk penanganan jalur Bonglo Pantilang.
Baca Juga: Dari Mana Asal Prof Aswanto? Bagaimana Profilnya? Menguat Jadi Pj Gubernur Sulsel
Terlebih, Jalur Bonglo Pantilang menghubungkan ruas jalan provinsi pada ruas Bua batas Toraja Utara di Kabupaten Luwu. Saat ini, progres ditangani sepanjang 2,2 km.
Dengan selesainya penanganan jalan ini, akan membuka akses masyarakat terisolir. Sekaligus memperlancar akses mobilitas masyarakat Kabupaten Luwu dan Kabupaten Tana Toraja. ***




