POJOKSULSEL, MAKASSAR - Seorang nelayan, Anwar (20) yang merupakan anak buah kapal (ABK) KMN Cahaya Madinah jatuh di Sungai Tangka, Kabupaten Sinjai, Rabu (3/7/2024).
Nelayan ABK KMN Cahaya Madinah itu jatuh di muara Sungai Tangka saat mencari ikan.
Basarnas menerima laporan nelayan ABK KMN Cahaya Madinah jatuh di muara Sungai Tangka, menerjubkan personel Pos Sar Bone.
Baca Juga: 3 Mahasiswa UIN Alauddin Makassar Juara Lomba Debat, Ghina Mufidah Bikin Bangga di Ajang MTQ
Kepala Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar mengatakan, Basarnas laporan ABK KMN Cahaya Madinah jatuh saat hendak mencari ikan.
"Kami langsung mengerahkan personel dari Pos Sar Bone menuju ke lokasi melakukan pencarian," kata Muhammad Arif Anwar dalam keterangan tertulis.
Muhammad Arif Anwar mengatakan, tim yang tiba di lokasi berkoordinasi dengan nelayan setempat dan langsung melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian.
Baca Juga: Dinas PUPR Pemkot Parepare Prioritaskan Perbaikan Jalan Rusak Berdasarkan Aduan di Media Sosial
"Setelah Tim Basarnas tiba, langsung melakukan koordinasi dengan nelayan setempat," katanya.
Tim dibagi menjadi 3 SRU atau search and rescue unit untuk menemukan nelayan ABK Cahaya Madinah.
Proses pencarian yang dilakukan Tim Sar Gabungan hingga menjelang malam hari belum membuahkan hasil.
Baca Juga: Bawaslu Sulsel Temui Prof Zudan Bahas Perkembangan Pengawasan Pemilihan Serentak 2024
Karena, pertimbangan penerangan maka operasi Sar dihentikan sementara dan rencana akan dilanjutkan pada hari Kamis.
"Hari ini Tim Sar Gabungan telah melakukan upaya pencarian, namun hingga menjelang petang tadi belum ditemukan tanda keberadaan korban karenanya dengan pertimbangan efektifitas pencarian maka dihentikan sementara dan dilanjutkan besok," terang Muhammad Arif Anwar.
Adapun ABK yang terjatuh dari perahunya diketahui bernama Wawan (20), posisi korban berada di atas KMN Cahaya Madinah hendak ikut mencari ikan bersama nelayan lainnya di atas kapal. Namun naas, korban terjatuh dan dinyatakan tenggelam.
"Semoga besok proses pencarian bisa dioptimalkan dan korban bisa segera ditemukan," harap Arif Anwar. ***




