POJOKSULSEL, WAJO - Pembukaan Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Nasional VIII dan MQK Internasional I digelar di Kampus III Pesantren As'adiyah Macanang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Kamis (2/9/2025). Kegiatan ini akan berlangsung hingga 7 Oktober mendatang.
Pembukaan MQK Internasional dihadiri oleh Menteri Agama Prof Nasaruddin Umar, Sekjen Kemenag RI Prof Kamaruddin Amin, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.
Tidak hanya itu, MQK Internasional I ini dihadiri para Dirien lingkup Kemenag RI, Para Kepala Kanwil Kemenag, dan Kakan Kemenag se-Indonesia.
Baca Juga: Wali Kota Parepare Tasming Hamid Serahkan SK Pengangkatan 42 PPPK Tahap II Formasi 2024
Pembukaan diawali dengan sambutan selamat datang yang disampaikan Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat Pesantren As'adiyah Prof Kamaluddin Abunawas.
Prof Kamaluddin Abunawas menyampaikan rasa bangga karena Pesantren As'adiyah dipercaya sebagai tuan MQK nasional VIII MQK Internasional I.
Menurut Prof Kamaluddin Abunawas, Pesantren As'adiyah memang sudah layak menjadi tuan rumah acara berskala Internasional, di usianya yang hampir seabad.
Baca Juga: Dukung Ekonomi Biru, BPBAP Takalar Hasilkan Bibit Rumput Laut Berkualitas
"Ponpes Asadiyah yang membina satuan Pendidikan dasar hingga menengah dan beberapa lembaga sangat tepat ditunjuk sebagai tuan rumah," kata Prof Kamaluddin Abunawas.
Ia menegaskan, ada 454 cabang Pesantren As di seluruh Indonesia yang tersebat Sulsel, Sultra, Sulbar, Kalimantan, Sumatera, sampai Papua hingga Nusa Tenggara Timur. Termasuk cabang Asadiyah di Negara Malaysia.
Sementara itu, Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI, Prof Amin Suyitno menjelaskan urgensi tema MQK Internasional "Dari Pesantren untuk Dunia: Merawat Lingkungan dan Menebar Perdamaian dengan Kitab Turats".
Baca Juga: Cara Cek Keringanan Pajak Kendaraan di Sulsel, Irvandi: Tidak Menunggak Pun Dapat Diskon
Prof Amin Suyitno mengatakan, merawat lingkungan atau ekoteologi sudah dikampanyekan oleh ulama Sulsel jauh sebelum ramai isu global warming.
Ulama asal Sulsel itu adalah KH Ali Yafi. Ulama kharismatik itu djuluki sebagai peletak dasar fikih lingkungan nusantara.
"Jauh sebelum ada isu global warming, KH Ali Yafi peletak dasar fikih lingkungan nusantara," katanya.
Menurut Prof Amin Suyitno, pentingnya menjaga lingkungan sudah disampaikan oleh almarhum Prof Ali Yafi.
Selain itu, Prof Amin Suyitno juga menggarisbawahi kata kedamaian yang dijadikan tema MQK Internasional I.
Ia mengatakan, Islam sebagai agama rahmat bagi seluruh memastikan untuk menghadirkan kedamaian, yang disadur dari kitab-kitan turats.
Baca Juga: Yuk Simak Program Pemutihan dan Diskon Pajak Kendaraan 50 Persen di Sulsel Hingga 31 Oktober
Prof Amin Suyitno juga menyinggung filosofi masyarakat Sulsel terkait sipakatu, sipakalabbi dan siapakainge', yang sejalan kajian-kajian dalam kitab turats.
MQK Internasional I diikuti oleh 10 negara, yaitu Myanmar, Filipina, Malaysia, Singapura, Vietnam, Thailand, Brunei Darussalam, Timor Leste, Kamboja, dan Indonesia.




