POJOKSULSEL, MAROS – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, melakukan kunjungan kerja ke Desa Tukamasea, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, untuk meninjau potensi desa dan beri arahan terkait pemberdayaan ekonomi lokal.

Dalam kunjungan tersebut, Yandri Susanto didampingi oleh anggota DPR RI dari Komisi V Teguh Iswara Suardi, Ketua DPRD Maros Gemilang Pagessa, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sulawesi Selatan Iqbal Suaib, Kepala Dinas PMD Kabupaten Maros Muhammad Idrus, dan sejumlah kepala desa serta pendamping desa di terima di Kawasan Wisata Bumdes kolam renang Dolli, Senin (18/11/2024).

Yandri Susanto memberikan apresiasi terhadap perkembangan yang telah dicapai oleh Desa Tukamasea, khususnya Kawasan Dolli, yang telah berhasil mengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk memberikan beasiswa bagi anak-anak di sekitar desa.
 
Baca Juga: Inilah Dandim Makassar yang Baru, Letkol Inf Franki Susanto Jebolan Akmil 2002

"Desa Tukamasea sangat luar biasa. BUMDes-nya sudah mampu memberikan beasiswa kepada anak-anak di sekitar sini. Ini bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain untuk memanfaatkan potensi lokal secara maksimal," ujar Menteri Yandri.

Menteri Yandri juga mengingatkan pentingnya setiap desa untuk memetakan potensi lokal yang dimiliki, guna mendukung program pemerintah yang saat ini tengah digalakkan, seperti Makan Siang Bergizi Gratis.

Ia menyarankan agar lahan-lahan di desa dapat dimanfaatkan untuk kegiatan peternakan ayam, serta pertanian seperti cabai dan tomat.
 
Baca Juga: Ketulusan Etika Moral Seorang Azhar Arsyad. Usai Disindir RMS, DIA Malah Tak Dendam

Menteri Yandri menegaskan, Maros harus menjadi produsen utama, bukan hanya konsumen. Maros jangan sampai menjadi penonton.

"Kita harus menjadi pelaku utama dalam perekonomian, terutama dalam penyediaan bahan baku. Jangan sampai bahan baku yang dibutuhkan didatangkan dari luar daerah,” tegasnya.

Dalam pertemuan dengan para kepala desa dan pendamping desa, Menteri Yandri juga memberikan instruksi agar BUMDes di desa-desa mendaftar dalam e-Katalog, sebuah platform yang mempermudah desa untuk menjadi pemasok bahan baku dalam berbagai program pemerintah.
 
Baca Juga: Bawaslu Parepare Gelar Media Gathering, Ajak Media Berperan Aktif Sukseskan Pilkada Serentak 2024

“Desa harus menjadi pelaku utama dalam menyediakan bahan baku, agar dapat mendukung perekonomian lokal dengan lebih maksimal,” ujarnya.

Sebagai bagian dari upaya untuk mendukung sektor pertanian desa, Yandri mengungkapkan bahwa pihaknya akan menjalin kerja sama
dengan Kementerian Pertanian, untuk penyediaan pupuk yang lebih baik dan pelatihan mengenai panen yang efisien.

Ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian di desa-desa di Kabupaten Maros.
 
Baca Juga: Bawaslu Sulsel Kumpulkan Pekerja Ruang Digital Bahas Pengawasan Pemilihan Partisipatif Pilkada Serentak 2024

Selain itu, dalam rangka mendukung kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha, Yandri juga menyerahkan bantuan dari PT Semen Tonasa dan PT Bosowa Semen.

Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan mendorong pembangunan ekonomi lokal.

"Perusahaan tidak hanya harus fokus pada keuntungan mereka sendiri, tetapi juga berperan aktif dalam pembangunan desa sekitar," kata Menteri Yandri.
 
Baca Juga: Momen Dubes RI Sampai Turun Tangan Jelang KH Hasan Basri Juara MTQ Internasional di Mekkah

Sebagai simbol komitmen terhadap pelestarian lingkungan, Menteri Yandri melakukan penanaman pohon mangga durian dan rambutan di Desa Tukamasea.

Langkah ini bertujuan untuk memperbaiki lingkungan serta mendukung ketahanan pangan lokal di masa depan.

Kunjungan Yandri Susanto ke Desa Tukamasea ini menjadi momentum penting bagi pengembangan potensi desa melalui pemberdayaan ekonomi
berbasis sumber daya lokal.

 
Menteri Yandri berharap, desa-desa di Kabupaten Maros dapat mengikuti jejak Tukamasea dalam manfaatkan potensi mereka secara maksimal untuk kemajuan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat.

***