POJOKSULSEL, BONE - Menteri Agama RI Nasaruddin Umar mengajak umat Islam menjadikan bulan Rajab sebagai momentum terbaik untuk memperkuat kesiapan spiritual dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan.
Pesan persiapkan diri sejak Rajab sambut Ramadan disampaikan Menag Nasaruddin Umar saat memberikan tausiyah pada kegiatan Dzikir Akbar, Doa, dan Tausiyah dalam rangka Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama RI yang digelar di Masjid Agung Bone, Rabu (7/1/2026).
Dalam tausiyahnya, Menag Nasaruddin Umar menegaskan bahwa bulan Rajab merupakan pintu gerbang menuju bulan Sya’ban dan Ramadan. Karena itu, proses pembersihan diri sebaiknya dimulai sejak dini.
“Jangan menunggu Ramadan untuk meminta ampun. Ringankan beban sejak Rajab dan Sya’ban, agar saat Ramadan kita fokus meningkatkan derajat di hadapan Allah,” ujar Nasaruddin Umar.
Baca Juga: Hadapi Tantangan Pemilu, Bawaslu Sulsel Siapkan Strategi Pencegahan 2026
Ia mengingatkan bahwa setiap hamba memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh ampunan Allah, tanpa memandang besarnya dosa di masa lalu. Menurutnya, rahmat Allah selalu lebih luas dibandingkan murka-Nya.
“Allah lebih menonjol sebagai Maha Pengampun daripada Maha Penyiksa. Tidak ada dosa yang lebih besar dari rahmat Allah. Karena itu jangan pernah putus asa,” tegas Menag.
Menag juga mengajak jamaah untuk memperbanyak salawat, istighfar, serta menghidupkan amal-amal sunah, seperti salat rawatib, tahajud, dan witir.
Selain itu, ia menekankan pentingnya memperbaiki hubungan dengan orang tua dan sesama manusia sebagai bagian dari persiapan menyambut Ramadan.
Baca Juga: Pemerintah Kota Makassar Gandeng KKP, Hilirisasi Perikanan Siap Digenjot
Menurutnya, penguatan spiritual juga berperan dalam membentuk karakter kebangsaan yang lembut, saling menghargai, dan penuh empati di tengah masyarakat.
“Kita ini umat Nabi Muhammad yang penuh cinta. Jarak kita dengan Madinah tidak mengurangi kecintaan itu. Selawat yang kita lantunkan menjadi bukti kerinduan kita kepada Rasulullah SAW,” tuturnya.
Kegiatan Dzikir Akbar HAB ke-80 Kementerian Agama RI ini dihadiri oleh berbagai unsur lintas sektor, mulai dari masyarakat Kabupaten Bone, aparatur sipil negara Kementerian Agama, hingga jajaran Dharma Wanita Persatuan.
Baca Juga: Wali Kota Parepare Tasming Hamid Apresiasi IOF, Dukung Event Otomotif Daerah
Peringatan HAB tahun ini juga dirangkaikan dengan berbagai kegiatan pelayanan keagamaan, pembinaan umat, serta aktivitas sosial kemasyarakatan.
Menutup tausiyahnya, Menag memimpin doa bersama untuk keselamatan bangsa, penguatan keluarga, serta kesehatan para guru, orang tua, dan seluruh masyarakat.
“Semoga Allah membimbing langkah kita, menerima tobat kita, dan menjadikan kita hamba yang kembali kepada-Nya dengan hati yang bersih,” tutup Nasaruddin Umar. ***




