POJOKSULSEL, MAROS – Ajang olahraga lari tahunan Maros Marathon 2025 siap digelar pada 6 Juli 2025, dengan menghadirkan kejutan baru: kategori full marathon (42K) untuk pertama kalinya sejak event ini digelar.
Bupati Maros, Chaidir Syam, menyampaikan kebanggaannya atas peningkatan kelas Maros Marathon yang kini masuk jajaran lomba lari berskala nasional.
Chaidir Syam mengatakan, tahun lalu, Maros Marathon hanya sampai half marathon. Tahun ini sudah naik level ke full marathon.
Baca Juga: PERHATIAN! Ini Daftar Jalan di Kota Makassar Ditutup Sementara Jumat Pagi, Ada Sulsel Anti Mager
"Ini bagian dari semangat kita menjadikan olahraga sebagai salah satu pendorong promosi wisata dan dalam rangka Hari Jadi ke-66 Kabupaten Maros,” kata Chaidir Syam dikutip rilis Humas Pemkab Maros.
Event ini juga dikemas sebagai ajang promosi wisata. Para peserta akan berlari menyusuri panorama alam Geopark Maros - Pangkep, kawasan yang telah diakui dunia sebagai warisan geologi internasional.
"Peserta bisa berlari sambil menikmati alam Maros yang indah. Ini bukan sekadar olahraga, tapi pengalaman menjelajah daerah kita,” tambah Chaidir Syam.
Baca Juga: ILC ke-113: APINDO Minta Regulasi Global Pekerja Platform Jangan Ganggu Ekosistem UMKM
Maros Marathon 2025 menargetkan 2.000 peserta dari berbagai provinsi di Indonesia. Hingga pertengahan Juni, panitia mencatat sudah lebih dari 1.500 pelari mendaftar, dan kuota untuk kategori 5K dan 10K telah resmi ditutup sejak 10 Juni.
Start dan finish akan dipusatkan di Lapangan Pallantikang, Kompleks Kantor Bupati Maros. Para pelari akan melintasi lima kecamatan, yaitu Turikale, Lau, Bantimurung, Simbang, dan Tanralili.
Sementara Race Director Maros Marathon 2025, Muhammad Rijal, menyebutkan bahwa rute tahun ini dirancang lebih menantang dan variatif.
Baca Juga: Pemkot Parepare Segera Tertibkan Aset Daerah, Tindaklanjuti Rekomendasi KPK dan BPK
Para pelari akan melewati sejumlah titik menarik seperti Dusun Lopi-lopi, Kampung Kelelawar, hingga hutan bambu.
"Kami pastikan rute ini tidak hanya menantang secara fisik, tapi juga memberikan pengalaman visual yang menyenangkan dan tak terlupakan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya kesiapan fisik, khususnya untuk peserta full marathon.
"Empat kategori ini tidak bisa dianggap remeh, apalagi 42K. Kalau tubuh tidak prima, jangan dipaksakan. Keselamatan peserta tetap nomor satu,” tegasnya.
Demi menjamin kualitas kompetisi, Maros Marathon 2025 akan menggunakan chip time system untuk pencatatan waktu resmi peserta—standar yang biasa digunakan dalam event marathon profesional.
Baca Juga: Tasming Hamid Jemput Jemaah Haji Parepare, Pemulangan Dijamin Aman dan Nyaman
“Tahun ini Maros menjadi satu-satunya daerah di Sulsel yang menyelenggarakan full marathon. Kami ingin Maros Marathon diakui secara nasional,” tutur Rijal.
Meskipun tidak menyertakan kategori master, ajang ini tetap menjadi daya tarik besar. Total hadiah ratusan juta rupiah disiapkan untuk para pemenang dari semua kategori.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Maros, M Ferdiansyah, menegaskan bahwa event ini merupakan wujud nyata dari komitmen Pemkab Maros dalam mengembangkan sport tourism.
"Event ini kita kemas sebagai promosi wisata. Tanpa harus akomodasi mahal, tapi tetap menjaga kualitas. Ini bentuk keseriusan kami mendorong Maros dikenal lewat olahraga,” pungkasnya. ***




