POJOKSULSEL, GOWA - Sebanyak 1.419 jemaah haji asal Kabupaten Gowa resmi memulai rangkaian Bimbingan Manasik Haji Terintegrasi di Masjid Agung Syekh Yusuf, Senin (2/2/2026).
Manasik haji tingkat kabupaten ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin. Ia menyebut peningkatan jumlah jemaah haji tahun ini sebagai kabar menggembirakan sekaligus amanah besar yang harus dijaga bersama.
“Tahun ini kuota haji Gowa meningkat signifikan. Dari sebelumnya sekitar 500–600 jamaah, kini menjadi 1.419 jemaah haji. Ini adalah anugerah yang patut kita syukuri,” ujar Darmawangsyah Muin di sela pembukaan manasik haji.
Pemerintah Kabupaten Gowa, kata Darmawangsyah, berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah, mulai dari bimbingan, pendampingan, hingga dukungan transportasi pemberangkatan dan penjemputan agar seluruh proses berjalan tertib dan nyaman.
Ia juga mengingatkan jemaah agar mengikuti manasik dengan sungguh-sungguh, menjaga kesehatan, serta memperkuat kebersamaan selama menjalankan ibadah yang membutuhkan kesiapan fisik dan mental.
Baca Juga: Sulawesi Barat Tetapkan Masa Berkabung, Bendera Setengah Tiang Hormati Wakil Gubernur Salim S Mengga
“Luruskan niat, jaga kekompakan, dan patuhi arahan pembimbing. Insya Allah ibadah haji dapat dilaksanakan dengan lancar dan memperoleh haji yang mabrur,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Gowa, Alim Bahri, menjelaskan bahwa manasik haji akan dilaksanakan sebanyak lima kali, terdiri dari satu kali di tingkat kabupaten dan empat kali di tingkat kecamatan.
Untuk memaksimalkan pendampingan, wilayah Gowa dibagi menjadi lima zona. Setiap zona akan didampingi pembimbing haji bersertifikat profesional.
“Jadwal manasik tingkat kecamatan akan disesuaikan dengan kondisi jamaah. Tujuannya agar seluruh materi tersampaikan dengan baik dan mudah dipahami,” jelas Alim.
Ia menambahkan, pemberangkatan jemaah haji Gowa direncanakan dimulai pada pertengahan April 2026, dengan kloter awal diperkirakan masuk kloter kelima ke atas.
Baca Juga: Bincang Demokrasi Gusdurian Makassar-Bawaslu Sulsel: Gen Z dan Tantangan Era Digital
Di kesempatan yang sama, Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sulsel, Iqbal Ismail, mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Gowa, khususnya hibah lahan untuk pembangunan kantor layanan haji dan umrah.
“Kami berterima kasih kepada Pemkab Gowa. Semoga menjadi amal jariyah dan membawa keberkahan bagi daerah,” ucapnya.
Iqbal juga mengungkapkan, kebijakan kuota haji kini berbasis waiting list, dengan masa tunggu sekitar 26 tahun. Kabar baiknya, biaya penyelenggaraan ibadah haji 2026 mengalami penurunan menjadi sekitar Rp89 juta, dibanding tahun sebelumnya Rp91 juta.
****




