POJOKSULSEL, MAKASSAR - Universitas Hasanuddin (Unhas) memberikan penjelasan terkait mahasiswi jadi korban air bah di Sungai Savana, kawasan Goa Paniki, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Senin sore (12/5/2025).

Ishaq Rahman, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kantor Sekretariat Rektor Universitas Hasanuddin, mengatakan, ada dua mahasiswi Fakultas Pertanian Unhas di Sungai Savana saat insiden air bah. Satu selamat dan satu lainnya terbawa arus.

Ishaq Rahman mengatakan, dua mahasiswi Unhas dalam insiden air bah Sungai Savana, adalah angkatan 2022 Prodi Agribusnis, yaitu Andi Marshanda Tri Arianti dan Nazwah Nabilah.

Baca Juga: Ketua Kloter 14 Klarifikasi Jemaah Haji Kabupaten Bulukumba Sempat Nyasar di Madinah

"Andi Marshanda Tri Arianti, (Agribisnis angkatan 2022). Korban hanyut, hingga saat ini belum ditemukan," kata Ishaq Rahman.

Ishaq Rahman mengajak untuk mendoakan korban yang masih belum ditemukan.

"Mari kita turut mendo'akan agar korban yang masih belum ditemukan selalu dalam lindungan Allah SWT," katanya.

Baca Juga: Appi Terkesan Pelaksanaan Sirnas B Sulsel, Janji Fokus Kembangkan Bulutangkis di Makassar

Menurutnya, kegiatan yang mereka lakukan di lokasi kejadian bukan bagian dari agenda kampus, melainkan kegiatan pribadi bersama teman-temannya di luar lingkungan Unhas.

Lebih lanjut, pihak Unhas mengimbau seluruh mahasiswa untuk lebih waspada dan berhati-hati dalam melakukan aktivitas, terutama yang melibatkan alam terbuka dan memiliki risiko keselamatan.

"Kami menghimbau agar seluruh mahasiswa Unhas selalu berhati-hati dalam setiap aktivitas, khususnya pada kegiatan yang memiliki risiko sekecil apapun," kata Ishaq Rahman.

Baca Juga: Tasming Hamid Pimpin Rakor, Wali Kota Parepare Tekankan Kinerja dan Sinergi Lintas OPD

Diberitakan sebelumnya, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar, memberangkatkan 5 personel menuju Sungai Savana kawasan Goa Paniki untuk melakukan operasi pencarian terhadap korban

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Makassar, Andi Sultan, membenarkan laporan masuknya informasi dari warga terkait hilangnya wisatawan tersebut.

"Setelah menerima laporan dari warga mengenai adanya korban yang hilang akibat luapan air bah di Sungai Savana," kata Andi Sultan.

***