POJOKSULSEL, POLEWALI MANDAR - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program Unasman Membangun Desa (PUMD) Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman) menggagas pemberdayaan ekonomi kreatif melalui ecommerce, di Desa Tangnga-Tangnga, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar (Polman).

Program pemberdayaan ekonomi kereatif mahasiswa KKN PUMD Unasman di Desa Tangnga-Tangnga dimulai dengan seminar yang diikuti oleh puluhan peserta.

Mahasiswa KKN PUMD Unasman menghadirkan narasumber dari berbagai bidang dihadirkan di Wisata Pelabuhan Tangnga-Tangnga.

Baca Juga: Marwan Dasopang Prihatin Tingginya Daftar Tunggu Haji di Sulsel: Nanti Akan Bertambah Jatahnya

Puluhan pelaku UMKM, kreator konten, Bumdes, pemuda desa, serta BPD, dibekali wawasan dan strategi kepada pelaku usaha kreatif manfaatkan platform digital untuk mengembangkan bisnis.

Dosen Pembimbing Lapangan KKN BUMD Unasman, Marsyud, mengatakan bahwa program unggulan tersebut akan dilakukan secara berkelanjutan.

"Kegiatan unggulan KKN PUMD di desa tangnga-tangnga tidak hanya akan berakhir pada masa penarikan tetapi akan terus didampingi melalui media online," katanya.

Baca Juga: Asrama Haji Makassar Sanggup Tidak 5 Kloter Per Hari? DPR RI Bandingkan dengan Surabaya

Ia mengatakan, ecommerce telah membuka peluang besar bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menjangkau pasar yang lebih luas, tidak hanya di dalam desa maupun negeri tetapi internasional.

Asfida Ruhul selaku salah satu pembicara mengatakan, bahwa dirinya berhasil memperluas bisnis melalui platform e-commerce,

Asfida Ruhul yang juga ketua Bumdes berbagi pengalamannya dalam memanfaatkan media sosial dan platform marketplace untuk meningkatkan penjualan produk kreatif.

Baca Juga: Apa Itu KNALPOT BRONG? Jadi Target Polisi Makassar di Operasi Keselamatan Pallawa 2025

“Pemanfaatan e-commerce yang tepat dapat meningkatkan brand awareness dan memperluas pasar yang selama ini terbatas,” kata Asfida.

Narasumber lainnya, Muh Irwan mengatakan, pemberdayaan ekonomi kreatif melalui ecommerce diharapkan dapat mendukung pertumbuhan sektor ekonomi lokal.

"Dengan pemanfaatan teknologi digital, sektor ekonomi kreatif Indonesia diperkirakan dapat berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional," ujarnya.

Sementara itu, Kordes KKN BUMD Unasman, Abd Kadir Jaelany mengatakan bahwa seminar tersebut mengulas berbagai strategi yang dapat diterapkan oleh pelaku usaha kreatif, Bumdes, pemuda desa, serta BPD.

Seperti pengoptimalan penggunaan media sosial, pemilihan platform yang sesuai, serta pengelolaan logistik dan pemasaran digital yang efektif.

Baca Juga: SIAP-SIAP... Pelunasan Biaya Haji 2025 Tahap Dua Kembali Dibuka Tanggal 17 Februari

Peserta seminar juga mendapatkan kesempatan untuk mengikuti sesi tanya jawab yang interaktif.

"Mereka dapat langsung berkonsultasi dengan narasumber terkait tantangan yang mereka hadapi dalam memasarkan produk secara daring," ujar Jaelany.

Selain itu, seminar ini juga menjadi momentum penting bagi kolaborasi antara pemerintah desa, pelaku UMKM, Bumdes, dan platform ecommerce untuk mendorong digitalisasi usaha kreatif di Indonesia.

Baca Juga: Panduan Memilih PROGRAM STUDI dan PORTOFOLIO di Jalur Pendaftaran SNBP 2025

Seiring dengan berkembangnya teknologi, diharapkan semakin banyak pelaku usaha kreatif yang dapat memanfaatkan potensi pasar digital untuk berkembang lebih pesat.


Penulis: Abd Kadir Jaelany, Kordes KKN PUMD Desa Tangnga-Tangnga