POJOKSULSEL, POLMAN - DPD Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Polewali Mandar (Polman), Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) melaksanakan rembuk pangan pesisir 2024, Selasa (10/12/2024).
Rembuk pangan pesisir KNTI Polman mengusung tema, Memperkuat Ekosistem Kemandirian dan Kedaulatan Pangan dari Laut untuk Kesejahteraan Nelayan Indonesia.
Ketua DPD KNTI Polman, Muh Muhsin R mengatakan, rembuk pangan pesisir yang dilaksanakan di Gazebo Apung, Dusun Bajoe, Desa Rea, Kecamatan Binuang, melibatkan 30 nelayan sebagai peserta.
Baca Juga: Pemprov Sulsel Sudah Tanam 12,5 Juta Pohon di 16 DaerahSepanjang 2024
Puluhan nelayan itu dapat materi dari 3 pembicara, yaitu Asdar selaku Kabid Budidaya Dinas Perikanan Polman Asdar, Takril selaku Dewan Pakar KNTI , dan Lili sebagai Penyuluh Stunting Dinkes Polman.
Muhsin mengatakan, rembuk pangan pesisir dilaksanakan serentak pada 37 kabupaten di Indonesia.
Kegiatan itu, kata dia, bertujuan untuk mendorong kesejahteraan nelayan kecil tradisional, berperan aktif demi ketersediaan pangan ikan di Polman.
Baca Juga: Chaidir Syam Tegaskan Pemkab Maros Komitmen Wujudkan Pembangunan Inklusif
"Dengan harapan besar Polman tidak perlu lagi datangkam ikan dari Sulsel untuk pemenuhan pasar di Polman," kata Muhsin.
Ia menjelaskan, hasil rembuk pangan pesisir tingkat daerah, akan menjadi bahan pada rembuk nasional di Jakarta, 12 Desember mendatang.
"Rembuk nasional itulah yang nantinya menghasilkan rekomendasi ke Kementrian Kelautan dan PerikananPerikanan," ujar alumnus Unasman itu.
Baca Juga: Karantina Sulsel Sertifikasi 26 Ribu Ton Produk Ekspor Sulsel untuk Dikirim ke 29 Negara
Karena itu, Muhsin berharap DPD KNTI Polman bisa bersinergi dengan dinas terkait, dalam menyelesaikan persoalan nelayan kecil tradisional di daerah.
***




