POJOKSULSEL, MAJENE - Langkah inspiratif datang dari ujung barat Sulawesi. Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Cici Zuhriah Irfan, S.Sos., berhasil tembus ke ajang Penyuluh Agama Islam atau PAI Award 2025 tingkat nasional.
Cici Zuhriah Irfan adalah satu dari 27 perseta PAI Award 2025 tingkat nasional untuk kategori Peningkatan Literasi Alquran. Ia menggagas program Batu Qurma - Baca Tulis Alquran di Madrasah.
Program Batu Qurma yang digerakkan Cici Zuhriah Irfan sejak dua tahun terakhir ini menyasar siswa-siswi MA BPII Pamboang. Program tersebut ternyata menarik perhatian nasional pada ajang PAI Award 2025.
Baca Juga: Pemkot dan Pengadilan Negeri Parepare Teken MoU Demi Pelayanan Hukum Berkeadilan
Cici mengaku, inisiatif itu muncul dari keresahan pribadinya sebagai penyuluh saat melihat kemampuan membaca Alquran di kalangan pelajar madrasah masih sangat rendah.
“Kegiatan pembinaan ini sebenarnya berawal dari keresahan sebagai penyuluh melihat rendahnya kemampuan siswa-siswi dalam membaca Alquran,” ujarnya, Rabu (18/6/2025).
Program Batu Qurma dibangun dalam tiga tahap. Dimulai dengan tes diagnostik untuk memetakan kemampuan siswa, dilanjutkan pembinaan dengan materi metode Iqra’, motivasi spiritual, serta penguatan keagamaan. Tahap terakhir adalah evaluasi kemampuan siswa pascapembinaan.
Baca Juga: Penyebab WNA Asal Malaysia Dideportasi dari Sulsel Hingga Masuk Daftar Penangkalan
Hasilnya tak main-main. Banyak siswa yang semula enggan belajar kini justru menjadi yang paling aktif. Perubahan itu bukan hanya tampak dalam kemampuan teknis membaca, tapi juga dalam semangat belajar dan kedisiplinan mereka.
"Dengan adanya pembinaan ini, siswa yang awalnya tidak tahu bahkan tidak mau belajar perlahan menjadi termotivasi. pembinaan ini memberikan dampak positif yang signifikan khususnya bagi siswa-siswi Madrasah BPII Pamboang," ucap wanita kelahiran 1995 itu.
Program ini sejalan dengan misi besar Kementerian Agama Provinsi Sulbar yang tengah menggencarkan gerakan pemberantasan buta aksara Alquran di seluruh wilayah provinsi.
Baca Juga: Innalillahi... Gurutta KH Abdul Salam Latarebbi Wafat, Kemenag Pinrang Sampaikan Duka Mendalam
Cici sendiri bukan nama baru di dunia penyuluhan keagamaan. Lulusan Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Alauddin Makassar itu juga aktif di berbagai organisasi perempuan dan keagamaan di Majene.
Di antaranya sebagai Sekretaris PD Ipari, Wakil Bendahara PC Fatayat NU Majene, dan Sekretaris Bidang Dakwah BKMT Kabupaten Majene. Ia juga tercatat sebagai pengurus Rumah Qur’an Village (RQV) cabang Majene.
Tak hanya itu, Cici juga pernah menempuh berbagai pelatihan resolusi konflik, termasuk Sekolah Penghulu dan Aktor Resolusi Konflik tahun 2024 serta pelatihan deteksi dini konflik sosial berdimensi keagamaan.
Kini, ia dipercaya sebagai salah satu aktor resolusi konflik tingkat Provinsi Sulawesi Barat.
***




