POJOKSULSEL, MAKASSAR - GP Ansor Maros kerjasama Kemenpora RI membahas bahaya judi online alias judol di kalangan pemuda pada acara dialog nasional di Hotel Harper, Kota Makassar, Minggu (22/12/2024).
Dialog nasional GP Ansor Maros bareng Kemenpora terkait bahaya judol mengusung tema Bahata Destruktif bagi Kalangan Pemuda.
Sebanyak 100 peserta dari berbagai organisasi kepemudaan di Kabupaten Maros dan Kota Makassar, hadir pada dialog GP Ansor Maros dan Kemenpora tentang bahaya judol.
Ketua GP Ansor Maros, Abustan, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Kemenpora RI atas dukungan dalam penyelenggaraan acara ini.
Baca Juga: Grab Tutup Tahun 2024 dengan Salurkan 1 Juta Dolar Apresiasi Dana Abadi kepada 33 Ribu Penerima
Abustan mengungkapkan kekhawatirannya terhadap data yang menunjukkan bahwa hampir 80 persen pemain judol adalah pemuda.
"Dialog ini sangat penting sebagai upaya sosialisasi dan penyadaran akan bahaya judi online, terutama jika sudah sampai pada tahap kecanduan," tegas Abustan dalam keterangan tertulis.
Ia juga menekankan pentingnya memutus mata rantai judi online sejak dini, dengan harapan untuk mempersiapkan Indonesia Emas 2045.
Asisten Deputi Organisasi Kepemudaan dan Kepramukaan Kemenpora RI, Amar Ahmad menambahkan, bahwa dampak buruk judol tidak hanya melibatkan pemuda, tetapi juga anak-anak di bawah 10 tahun, yang menjadi perhatian serius bagi semua pihak.
Baca Juga: Kembali Lakukan Peninjauan, Komisi III DPRD Jeneponto Atensi Irigasi Induk Karaloe yang Ambruk
Judol yang mencakup berbagai permainan semakin populer di kalangan pemuda, namun membawa sejumlah bahaya.
"Kecanduan judi dapat menyebabkan masalah finansial, kesehatan mental, dan dampak sosial yang merusak hubungan interpersonal," ungkap Amar Ahmad.
Pemuda yang terlibat dalam judol cenderung lebih impulsif dan dapat mengabaikan tanggung jawabnya.
Baca Juga: Biografi H Muh Tonang, Jejak Kehidupan Sang Pengabdi
"Oleh karena itu, dialog nasional ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam upaya bersama untuk mengatasi masalah judi online yang semakin mengkhawatirkan," tutup Amar Ahmad dalam sambutannya via daring.
GP Ansor dan Kemenpora RI berkomitmen untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya judi online dan pentingnya menjaga generasi muda dari pengaruh negatif tersebut.
Dalam dialog Nasional ini, turut hadir sebagai narasumber perwakilan dari Ditreskrimsus Polda Sulsel, GP Ansor Maros, dan pemerhati organisasi kepemudaan.
***




