POJOKSULSEL, MAKASSAR - Banjir bandang dan longsor yang melanda Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, sejak akhir November 2025 memaksa ratusan warga mengungsi dan menghancurkan permukiman serta lahan pertanian. Curah hujan tinggi yang berlangsung selama beberapa hari menyebabkan akses Jalan Lintas Sumatera sempat terputus total, sehingga distribusi bantuan dan mobilitas warga terhambat.

Banyak keluarga kehilangan mata pencaharian karena sawah dan kebun mereka rusak akibat banjir bandang. Bahkan sebagian lahan tertutup lumpur dan diperkirakan tidak dapat ditanami kembali selama beberapa tahun ke depan.

Menanggapi kondisi ini, dua dosen UIN Alauddin Makassar menggandeng The Foundation of Islamic Studies and Information (FISI) Australia, lembaga akademik multidisipliner berbasis di Australia yang fokus pada kajian Islam sekaligus aktif dalam kegiatan sosial, untuk menyalurkan bantuan santunan tunai kepada warga terdampak banjir bandang.

Baca Juga: Pendaftaran Bakal Calon Rektor IAIN Parepare 2026–2030 Resmi Dibuka, Simak 4 Persyaratan Utama Ini!

Selain santunan tunai, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pemeriksaan kesehatan dan pemberian obat-obatan gratis bagi korban banjir.

Kegiatan kesehatan ini dipimpin oleh dr. Nurhira Abdul Kadir, Ketua Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, bersama Haidir Fitra Siagian, Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar, pada Ahad (28/12/2025).

Kedua dosen turun langsung ke lapangan, memeriksa kondisi kesehatan warga, memberikan edukasi, dan memastikan obat-obatan diberikan sesuai kebutuhan medis. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata pengabdian masyarakat oleh akademisi, sekaligus memperkuat hubungan antara lembaga pendidikan dan komunitas lokal.

Baca Juga: Sesi 1 Kompetisi Domino IKA Unhas, IKA MIPA Sponsor, Alumni Teknik Juara

Haidir Fitra Siagian menegaskan bahwa bantuan ini tidak berhenti pada tahap pertama. Pihaknya tetap berkomitmen melanjutkan penyaluran bantuan pada tahap-tahap berikutnya dalam beberapa hari ke depan, termasuk ke dusun-dusun lain yang juga terdampak bencana.

Pendataan penerima bantuan dilakukan secara kolaboratif dengan kepala dusun, pengurus Muhammadiyah, dan imam masjid setempat, sehingga bantuan tepat sasaran, merata, dan proporsional bagi warga yang paling membutuhkan.

Sementara itu, Harlan Siregar, perwakilan warga penerima bantuan, menyampaikan rasa syukur dan terkejut atas perhatian diaspora Indonesia di Australia. “Kami sangat bersyukur atas bantuan ini. Kami mendoakan agar FISI Australia tetap eksis dan terus diberi kekuatan dalam melaksanakan kegiatan sosial dan kemanusiaannya,” ujar Harlan.

Baca Juga: IAIN Bone Mulai Penjaringan Bakal Calon Rektor Periode 2026–2030, Simak Jadwal Tahapan Lengkapnya

Melalui aksi ini, FISI Australia bersama dua dosen UIN Alauddin Makassar menegaskan peran akademisi dalam pengabdian masyarakat, menghubungkan pemahaman keislaman dengan aksi kemanusiaan nyata, serta memperlihatkan kepedulian lintas negara terhadap korban bencana di Indonesia. Aksi ini menjadi contoh nyata kolaborasi antara diaspora, akademisi, dan komunitas lokal dalam menanggulangi dampak bencana secara langsung.***