POJOKSULSEL.com, MAROS - Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, meresmikan Leang-Leang Archeological Park dan Pusat Informasi Gambar Prasejarah di kawasan Karst Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan.

Peresmian ini menjadi simbol komitmen pemerintah dalam melestarikan warisan budaya dan memperkuat posisi Nusantara sebagai pusat peradaban tertua di dunia, Rabu (15/1/2025).

Baca Juga: Sebanyak 415 Ruas Jalan di Makassar Akan Dibenahi di Tahun 2025, Jalan Apa Saja?

Dalam sambutannya Fadli Zon menekankan pentingnya kawasan Leang-Leang yang menyimpan bukti kreativitas manusia purba Nusantara.

“Lukisan gua yang berusia antara 35.000 hingga 51.200 tahun ini bukan hanya goresan biasa, tetapi cerminan dari imajinasi dan kreativitas manusia purba. Situs ini mengingatkan kita bahwa Nusantara adalah laboratorium alami bagi evolusi manusia,” ujarnya.

Kunjungan Politisi Partai Gerindra ini didampingi Pj Gubernur Sulawesi selatan, Fadjry Djufry, Bupati Maros, Chaidir Syam, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Sulsel, Iqbal Nadjamuddin, Kadis Pendidikan dan kebudayaan Maros, Andi Patiroi.

Baca Juga: Heritage Run dan Kejuraaan Barongsai di Jappa Jokka Cap Go Meh 2025 Makassar, Catat Tanggalnya!

Fadli juga mengunjungi beberapa gua di kawasan tersebut, seperti Leang Pettakere, Leang Jarie, dan Leang Karampuang, yang menjadi lokasi lukisan prasejarah tertua di dunia. Salah satunya adalah gambar cap tangan berusia 39.500 tahun dan lukisan naratif berusia 51.200 tahun, yang mengukuhkan kawasan ini sebagai saksi perjalanan panjang peradaban manusia.

Peresmian ini juga menjadi momen untuk memperkuat dukungan terhadap pengakuan UNESCO atas kawasan Karst Maros-Pangkep sebagai Situs Warisan Dunia (World Heritage List). Menurut Fadli, kawasan ini memiliki nilai universal yang sebanding dengan situs arkeologi seperti Pompeii di Italia dan Petra di Yordania.

“Pengakuan ini akan memperkuat narasi bahwa peradaban besar tidak hanya lahir di Eropa, tetapi juga berakar kuat di Nusantara. Seni cadas tertua ini adalah bukti tak terbantahkan bahwa Indonesia adalah rumah bagi peradaban awal manusia,” tegas Fadli.

Baca Juga: Maros dan Gowa Sangat Tinggi, Ini Rincian Tingkat Kegemaran Membaca 24 Daerah di Sulsel

Sebagai bagian dari pengembangan, Taman Arkeologi Leang-Leang dirancang menjadi pusat edukasi dan konservasi, dengan fasilitas interaktif seperti Pusat Informasi Gambar Prasejarah. Fasilitas ini diharapkan dapat memperkenalkan sejarah dan ilmu pengetahuan kepada masyarakat luas sekaligus menarik wisatawan budaya dari dalam dan luar negeri.

Fadli juga menekankan pentingnya peran masyarakat lokal dalam melestarikan warisan budaya ini.

“Diperlukan keterlibatan aktif komunitas sebagai ujung tombak, penjaga pertama situs-situs berharga ini,” ujarnya.

Peresmian ini menegaskan visi besar Indonesia dalam menjaga narasi sejarah dunia dan menjadikan warisan budaya sebagai jembatan antara masa lalu dan masa depan bangsa.

“Leang-Leang adalah simbol kebesaran peradaban Indonesia. Dengan pelestarian yang bijak, kita memastikan dunia memahami peran Nusantara sebagai pusat evolusi dan ekspresi budaya manusia,” ungkap Fadli Zon.

Sementara, Pj Gubernur Sulsel, Fadjry Djufry, mengatakan, Leang Leang sebagai warisan sejarah bukan hanya milik Sulsel, tetapi sudah menjadi warisan dunia.

Baca Juga: Chaidir Syam Catat Rekor, Kabupaten Maros Terbaik di Sulsel Literasi dan Budaya Baca 2024

Situs ini sedang diajukan oleh pemerintah untuk menjadi heritage world. Terdapat lukisan purbakala yang diperkirakan setidaknya berusia 52 ribu tahun.

Apalagi, wilayah tersebut berada di Kawasan Karst Maros-Pangkep yang diakui sebagai kawasan karst terluas kedua di dunia setelah kawasan karst yang ada di Guangzhou, China.

"Tidak banyak taman arkeologi seperti ini. Tempat ini harus dijaga kelestariannya," pesan Fadjry Djufry.

Ia berharap agar objek wisata ini lebih dimasifkan promosinya. Karena dibandingkan tempat bersejarah lainnya di negara lain seperti Turkiye, Azerbaijan, dan lainnya, Leang Leang jauh lebih tua.

"Oleh karena itu, kewajiban pemprov dan kabupaten di wilayah ini untuk memastikan Leang Leang menjadi tujuan utama wisata di Indonesia," tutupnya.