POJOKSULSEL, MAROS - Kabupaten Maros terbaik di Sulawesi Selatan (Sulsel) pada bidang literasi dan budaya baca tahun 2024 dari Perpustakaan Nasional.

Prestasi literasi dan budaya baca diraih Kabupaten Maros dari dua indikator Perpustakaan Nasional, yaitu Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca (TGM).

Hasil survei Perpustakaan Nasional, Kabupaten Maros mendapatkan IPLM di angka 91.04 persen dan TGM 90.84 persen.

Hasil survei IPLM dan TGM menempatkan Maros sebagai yang terbaik di Sulawesi Selatan, mencatatkan kemajuan pesat dalam membangun ekosistem literasi di daerah tersebut.

Baca Juga: Pj Gubernur Sulsel dan Bunda PAUD Bermain Bersama Anak-Anak di Rujab

Capaian ini merupakan hasil dari upaya kolaborasi yang kuat antara pemerintah, pegiat literasi, pustakawan, guru, dan masyarakat Maros.

Bupati Maros Chaidir Syam mengungkapkan rasa syukurnya atas kemajuan ini, yang dianggap sebagai dorongan bagi dirinya dan seluruh pihak yang terlibat untuk terus bekerja keras demi memajukan literasi dan budaya baca di Maros.

"Semangat kolaborasi dan sinergi ini telah membuahkan hasil yang sangat signifikan. Kami bersyukur, karena capaian angka IPLM dan TGM menjadi dorongan bagi kami untuk terus bekerja keras memajukan literasi di Kabupaten Maros," kata Chaidir Syam

Bupati Chaidir Syam menambahkan bahwa pada awal masa kepemimpinannya pada tahun 2021, IPLM Maros hanya berada di angka 29,59 persen.

Baca Juga: 80 Peserta Adu Cepat Habiskan Mie di Cimami

Namun berkat kerja keras dan sinergi berbagai pihak, angka tersebut meningkat pesat, mencapai 71,80 persen pada 2022, 83,70 persen pada 2023, dan kini melesat menjadi 91,04 persen pada 2024.

Keberhasilan ini juga mendapatkan apresiasi dari tokoh literasi nasional, Bachtiar Adnan Kusuma.

Bachtiar Adnan Kusuma menilai bahwa Chaidir Syam berhasil membentuk tiga pilar utama dalam pengembangan literasi di Maros, yaitu keluarga, pendidikan, dan masyarakat.

Menurut Bachtiar Adnan Kusuma, penguatan literasi berbasis keluarga, yang menjadikan keluarga sebagai barometer utama budaya baca, telah menjadi kekuatan besar dalam membangun budaya literasi di Maros.

Berkat pencapaian luar biasa ini, Chaidir Syam juga menerima berbagai penghargaan prestisius, di antaranya Nugra Jasadharma Pustaloka dari Perpustakaan Nasional pada 2022 dan Penghargaan Literasi Tertinggi Sandya Pradifta dari Gerakan Pembudayaan Minat Baca pada 2024.

Penghargaan ini menjadi bukti pengakuan atas dedikasinya dalam memajukan dunia literasi di Kabupaten Maros.

Menutup tahun 2024, Chaidir Syam berharap pencapaian tersebut dapat menjadi pelecut semangat untuk terus berprestasi pada tahun 2025.

Baca Juga: Deretan Puluhan Prodi Unggul di UIN Alauddin Makassar, Terbaru S1 Kesehatan Masyarakat

"Kami berharap dengan capaian yang sangat tinggi ini, Maros akan terus menjadi contoh dalam memajukan literasi di Indonesia," ujarnya optimis.

Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan Kabupaten Maros, tetapi juga menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam upaya meningkatkan minat baca dan literasi masyarakat.

***