POJOKSULSEL, GOWA - Sebanyak 2.389 anggota Pramuka dari madrasah se-Sulawesi Selatan mengikuti Kemah Pramuka Madrasah Provinsi (KPMP) tahun 2026 di Bumi Perkemahan Cadika Limbung, Desa Pa’bentengang, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa.
Kemah Pramuka Madrasah Provinsi yang berlangsung 2-5 September 2026 tersebut diikuti 1.089 peserta Pramuka Penggalang dan 1.300 peserta Pramuka Penegak dari 24 kabupaten/kota. Selain peserta, kegiatan ini juga melibatkan sekitar 2.800 pendamping dari 300 kontingen.
Pembukaan Kemah Pramuka Madrasah Provinsi Bumi Perkemahan Cadika Limbung dilakukan langsung oleh Koordinator Staf Khusus Menteri Agama H. M. Faried Saenong.
Kegiatan diawali dengan penanaman pohon oleh Koordinator Staf Khusus Menteri Agama H. M. Faried Saenong bersama Kepala Kanwil Kemenag Sulsel Ali Yafid, Asisten 1 Setda Sulsel Ishak Iskandar, Wakil Bupati Gowa Darmawangsyah Muin, dan Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi dan Maluku Azri Rasul.
Faried Saenong mengatakan, selain penguatan kepramukaan dan keagamaan, KPMP 2026 juga menjadi momentum memperkenalkan kepedulian lingkungan melalui pendekatan agama.
Baca Juga: 40 Pejabat Pemprov Sulbar Belajar Kelola Pemerintahan Efisien di Maros
Lebih jauhFaried Saenong, mengatakan Kementerian Agama bersama Kementerian Lingkungan Hidup mendorong kolaborasi program ekoteologi dan tobat ekologis.
Kerja sama tersebut diwujudkan melalui penandatanganan perjanjian kerja sama antara Kementerian Agama dan Kementerian Lingkungan Hidup, yang kemudian ditindaklanjuti di tingkat daerah.
Faried menjelaskan, ekoteologi merupakan pendekatan untuk menyampaikan persoalan lingkungan melalui bahasa agama sehingga lebih mudah dipahami masyarakat.
"Masalah lingkungan ini isunya sains, sementara masyarakat kita mungkin sulit mencerna penjelasan-penjelasan saintifik tentang masalah-masalah lingkungan. Kita bawa dengan bahasa agama," jelasnya.
Ia berharap pendekatan tersebut dapat memperluas kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan.
Baca Juga: PAD Maros Naik Rp24,8 Miliar, Tapi APBD 2026 Masih Defisit Rp114 Miliar
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sulawesi Selatan, Ali Yafid, mengatakan Kemah Pramuka Madrasah Provinsi tahun 2026 bukan sekadar kegiatan berkemah dan mengikuti berbagai perlombaan kepramukaan.
Menurut Ali Yafid, kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan karakter siswa madrasah, khususnya Pramuka Penggalang dan Penegak.
"Perkemahan Pramuka Madrasah Provinsi tahun 2026 merupakan kegiatan pertemuan besar dalam rangka pembinaan Pramuka Penggalang dan Penegak di lingkungan madrasah,” kata Ali Yafid dalam sambutannya.
Ia menyebut, KPMP 2026 dirancang untuk membentuk generasi muda yang kuat, mandiri, memiliki jiwa kepemimpinan, serta semangat kebangsaan yang tinggi.
Melalui berbagai program dan latihan, para peserta dibekali keterampilan hidup, kepemimpinan, nilai moral dan spiritual, literasi digital, hingga penguatan moderasi beragama yang berlandaskan Pancasila.
“KPMP 2026 diharapkan mampu menjadi sarana untuk mencetak generasi yang unggul di era globalisasi, memiliki rasa bangga bertanah air Indonesia, serta cinta lingkungan,” ujarnya.
Sejumlah kegiatan juga disiapkan selama perkemahan, di antaranya pengembangan keterampilan abad ke-21, literasi digital, kepemimpinan, kecintaan terhadap lingkungan, moderasi beragama, serta kegiatan yang mengasah kemampuan fisik dan mental peserta.
Baca Juga: Tasming Hamid Sentil Soal IPK di PKKMB ITH Parepare: Integritas Lebih Penting
Para peserta juga akan dilibatkan dalam kegiatan sosial dan bakti masyarakat. Interaksi antaranggota Pramuka dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan diharapkan semakin memperkuat persatuan, toleransi, kerja sama, dan semangat kebersamaan.
Ali Yafid meminta seluruh peserta memanfaatkan KPMP 2026 untuk memperluas pertemanan, berbagi pengalaman, dan belajar menjadi pribadi yang lebih mandiri.
“Pramuka mengajarkan kita untuk siap menghadapi kehidupan. Tantangan yang kalian hadapi di perkemahan mungkin sederhana, tetapi nilai yang kalian pelajari akan menjadi bekal berharga untuk menghadapi tantangan kehidupan di masa depan,” katanya.
Ia juga mengingatkan peserta menjaga ketertiban, kesehatan, keamanan, kebersihan, serta kelestarian lingkungan selama kegiatan berlangsung.
“Tunjukkan bahwa Pramuka adalah generasi yang disiplin, bertanggung jawab, dan peduli,” tegasnya.
Baca Juga: Pangdam XIV Hasanuddin Ungkap Kunci Sukses di Depan 6.000 Maba UIN Alauddin Makassar
Bumi Perkemahan Cadika Limbung dipilih sebagai lokasi KPMP 2026 karena dinilai memiliki fasilitas yang memadai untuk kegiatan berskala provinsi serta lingkungan alam terbuka yang mendukung aktivitas kepramukaan.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dijadwalkan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara pihak terkait di Sulawesi Selatan dengan Kanwil Kemenag Sulsel.
Ali Yafid menyampaikan apresiasi kepada Bidang Pendidikan Madrasah, panitia provinsi dan kabupaten/kota, pembina, pendamping, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan KPMP 2026.
Ia berharap kegiatan tersebut memberikan pengalaman positif sekaligus membentuk peserta menjadi generasi yang beriman, berkarakter, mandiri, tangguh, peduli lingkungan, dan siap berkontribusi bagi bangsa dan negara. ***




