POJOKSULSEL, MAROS - Sebanyak 40 pejabat administrator Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) datang ke Kabupaten Maros untuk mempelajari praktik pengelolaan pemerintahan di tengah tuntutan efisiensi anggaran.

Para pejabat Pemprov Sulbar mengikuti Studi Lapangan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) dengan mengunjungi dua lokus, yakni Dinas Pendapatan Kabupaten Maros dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Maros.

Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Teknis, Manajerial dan Fungsional BKPSDM Provinsi Sulawesi Barat, Abd Kadir, mengatakan Kabupaten Maros dipilih karena dinilai memiliki sejumlah praktik tata kelola yang dapat dipelajari dan disesuaikan dengan kebutuhan Pemprov Sulbar.

Baca Juga: Tasming Hamid Sentil Soal IPK di PKKMB ITH Parepare: Integritas Lebih Penting

“Yang kita mau lihat dan adopsi adalah penerapan best practice yang dilakukan oleh Dinas Pendapatan Kabupaten Maros dan BKPSDM Kabupaten Maros. Semuanya nanti akan kita coba padukan dengan kondisi yang ada di Sulawesi Barat,” kata Abd Kadir dikutip rilis Humas Pemkab Maros.

Menurutnya, studi lapangan tidak sekadar menjadi ajang pertukaran informasi. Para peserta diminta menganalisis praktik yang ditemukan di Maros sebelum diterapkan di lingkungan Pemprov Sulbar.

Jika dinilai sesuai, praktik tersebut dapat diadopsi dan dikembangkan untuk meningkatkan efektivitas organisasi pemerintahan.

Baca Juga: Pangdam XIV Hasanuddin Ungkap Kunci Sukses di Depan 6.000 Maba UIN Alauddin Makassar

“Kalau ini cocok diterapkan di Sulbar, tentu akan kita adopsi. Kalau sudah ada yang baik, tinggal bagaimana ditingkatkan,” ujarnya.

Abd Kadir mengatakan tuntutan efisiensi anggaran menjadi salah satu alasan penting peserta diarahkan mempelajari pengelolaan organisasi dan sumber daya di daerah lain.

Menurutnya, pejabat administrator harus mampu menjaga kinerja organisasi tetap optimal meski menghadapi keterbatasan sumber daya.

Baca Juga: Daftar 110 Pejabat Baru Universitas Hasanuddin Awal September, Termasuk 12 Wakil Dekan

“Harapan kita, teman-teman peserta PKA ini memiliki outcome dan impact, terutama ketika menerapkan manajemen kinerja dan akuntabilitas kinerja,” katanya.

Maros bukan kali pertama menjadi lokasi studi lapangan peserta PKA Pemprov Sulbar. Tahun sebelumnya, kegiatan serupa juga dilaksanakan di daerah tersebut.

Pada tahun ini, peserta PKA Sulbar sempat direncanakan melakukan studi lapangan di Kabupaten Gowa berdasarkan arahan awal Lembaga Administrasi Negara (LAN) Regional Makassar selaku lembaga pembina diklat.

Namun, karena kondisi di Gowa dinilai kurang kondusif, lokasi studi lapangan kemudian dialihkan ke Kabupaten Maros.

Abd Kadir menilai pengalihan tersebut justru memberikan kesempatan kepada peserta untuk menggali lebih jauh praktik tata kelola pemerintahan yang diterapkan Pemkab Maros.

“Bisa saja kabupaten lebih unggul dari sisi inovasi. Bagaimana manajemennya, bagaimana mengelola organisasi, bagaimana mengelola sumber daya. Itu yang ingin kita pelajari,” jelasnya.

Baca Juga: Tana Toraja Kebagian Rp7 Miliar, Andi Sudirman Sulaiman Ungkap Total Pembangunan Tembus Rp1 Triliun

Sementara itu, Asisten I Setda Maros Fadly mengatakan kemampuan memimpin perubahan menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki pejabat administrator.

Hal itu disampaikan Fadly saat membuka kegiatan Stula PKA di Ruang Pola Kantor Bupati Maros, Selasa (1/9/2026).

Menurut Fadly, pejabat administrator tidak cukup hanya memahami kebijakan. Mereka harus mampu menerjemahkan visi dan kebijakan pimpinan menjadi program yang konkret dan berdampak bagi masyarakat.

Baca Juga: Jalan Penghubung Pinrang dan Enrekang Sudah Mulus, Bahu Jalan Dibeton

Selain itu, pejabat administrator dituntut mampu membangun tim yang efektif, mengoptimalkan sumber daya, serta melahirkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Manfaatkan waktu yang ada untuk belajar, berdiskusi, dan membangun jejaring. Semoga setelah kembali ke Sulawesi Barat, Bapak dan Ibu membawa pulang bukan hanya pengalaman, tetapi juga gagasan dan semangat baru untuk menghadirkan perubahan yang lebih baik bagi masyarakat,” kata Fadly.

Sebanyak 40 peserta Stula merupakan pejabat administrator Pemprov Sulbar yang terdiri atas sekretaris dinas, sekretaris badan, kepala bidang, kepala UPTD, serta pejabat administrator lainnya. ***