POJOKSULSEL.com, PAREPARE - Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang penyakit Demam Reumatik pada anak, Deky Palulun dari Universitas Hasanuddin menyelenggarakan sesi edukasi di ruang tunggu klinik anak RSUD Andi Makkasau, Kota Parepare.

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pasien anak dan keluarga yang sedang menunggu giliran konsultasi.

Baca Juga: Kolaborasi Pemerintah dan DPRD Parepare dalam Menjaga Ketertiban Dibahas Pada Dialog Subuh Berkah

Deky Palulun, seorang ahli dalam bidang kesehatan anak, memulai penjelasannya dengan memberikan pemahaman dasar tentang Demam Reumatik.

Dia menjelaskan bahwa Demam Reumatik adalah penyakit autoimun yang timbul sebagai respons terhadap infeksi bakteri Streptococcus group A, yang biasanya terjadi 2-3 minggu setelah infeksi saluran pernapasan akut.

Penyakit ini, kata Deky, dapat menyebabkan reaksi inflamasi di berbagai organ tubuh seperti jantung, sendi, otak, kulit, dan jaringan lunak.

Baca Juga: Mahasiswa KKN Unhas, Pemkot Parepare, TNI Kompak Bersihkan Lingkungan

"Demam Reumatik disebabkan oleh bakteri Streptokokus beta hemolitik grup A, yaitu bakteri kokus gram positif yang biasanya berkoloni di kulit dan orofaring," ujar Deky dalam penjelasannya.

Dia menambahkan bahwa bakteri ini dapat menyebar melalui kontak langsung dengan penderita atau melalui percikan liur, terutama di lingkungan yang padat.

Lebih lanjut, Deky juga menjelaskan berbagai gejala yang muncul pada penderita Demam Reumatik.

Baca Juga: PKP Pemkot Parepare Gelar Pasar Tani, Konsepnya Beda dengan Pasar Murah. Seperti Apa?

"Gejala yang paling umum meliputi demam tinggi, peradangan jantung atau karditis, nyeri pada sendi, dan Sydenham Chorea, yaitu gerakan-gerakan tidak terkendali yang disebabkan oleh gangguan pada sistem saraf pusat," ungkapnya.

Gejala-gejala ini, lanjut Deky, dapat sangat mengganggu dan memerlukan penanganan medis yang tepat dan cepat.

Selama sesi edukasi, Deky juga menekankan pentingnya pencegahan dan penanganan dini terhadap infeksi Streptococcus group A untuk menghindari terjadinya Demam Reumatik.

Pihaknya menyarankan para orang tua untuk selalu memperhatikan kebersihan dan kesehatan anak-anak mereka, serta segera mencari pertolongan medis jika anak menunjukkan gejala-gejala infeksi saluran pernapasan akut.

Acara edukasi yang diselenggarakan di RSUD Andi Makkasau ini mendapat apresiasi dari para peserta.

Baca Juga: Pj Wali Kota Akbar Ali Dorong SKPD Parepare Tingkatkan Kinerja di Monev Triwulan II

Banyak di antara mereka yang merasa terbantu dengan informasi yang diberikan dan lebih memahami pentingnya pencegahan dan penanganan dini Demam Reumatik.

"Kami sangat berterima kasih kepada Pak Deky atas penjelasan yang sangat informatif ini. Sekarang kami lebih tahu bagaimana cara mencegah penyakit ini dan apa yang harus dilakukan jika anak-anak kami menunjukkan gejala-gejala tersebut," ujar salah satu orang tua yang hadir.

Dengan adanya kegiatan edukasi seperti ini, diharapkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang Demam Reumatik dapat meningkat, sehingga angka kejadian penyakit ini dapat ditekan dan kesehatan anak-anak dapat lebih terjaga. ***