POJOKSULSEL, MAROS – Bupati Maros Chaidir Syam mengatakan, Pemkab Maros terus berkomitmen mewujudkan pembangunan inklusif dengan kebijakan dan program.

Penegasan Chaidir Syam dalam mewujud pembangunan inklusif disampaikan pada Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) Dunia 2024 tingkat Kabupaten Maros yang digelar di Baruga Kantor Bupati, Selasa (10/12/2024).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinsos Kabupaten Maros bekerja sama dengan Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan Ketenagakerjaan (DPMPTSPK), serta Yayasan BaKTI, mengusung tema Peran Multi Pihak Mewujudkan Pembangunan Inklusif.

Baca Juga: Karantina Sulsel Sertifikasi 26 Ribu Ton Produk Ekspor Sulsel untuk Dikirim ke 29 Negara

Chaidir Syam menegaskan bahwa pembangunan inklusif merupakan bagian penting dari visi dan misi Kabupaten Maros 2021-2026, yaitu sejahtera, religius, dan berdaya saing.

Menurutnya, tidak ada satu pun warga yang boleh tertinggal, termasuk penyandang disabilitas, perempuan, anak, dan kelompok marjinal.

“Pembangunan bukan hanya soal infrastruktur, tetapi bagaimana kita memastikan tidak ada yang tertinggal. Semua masyarakat, termasuk kelompok rentan, harus memiliki akses yang sama terhadap kesehatan, pendidikan, pekerjaan, dan fasilitas umum,” jelasnya.

Baca Juga: Mayjen Bobby Rinal Makmun Digeser ke Kondoklat TNI, Ini yang Akan Gantikan sebagai Pangdam Hasanuddin

Bupati juga menekankan pentingnya peran semua pihak untuk membuka akses bagi kelompok rentan agar dapat berkontribusi di masyarakat.

Kabupaten Maros telah memiliki berbagai regulasi untuk mendukung inklusivitas, seperti Perda Nomor 6 Tahun 2018 tentang Penghormatan, Perlindungan, dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas, serta Perda Nomor 1 Tahun 2019 tentang Penanggulangan Kemiskinan.

Sementara itu, Direktur Yayasan BaKTI, Yusran Laitupa, menyampaikan bahwa peringatan HDI ini juga dirangkaikan dengan kegiatan mentoring dan asistensi teknis bagi pemerintah daerah dalam upaya mewujudkan pembangunan inklusif.

Baca Juga: Dua Wakil Dekan di Universitas Hasanuddin Dikukuhkan sebagai Guru Besar

Ia mengapresiasi Kabupaten Maros yang dianggap disiplin dalam mengimplementasikan kebijakan inklusi.

“Harapannya, Kabupaten Maros dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mendukung pembangunan inklusif. Kami ingin momen ini menjadi pengingat bahwa penyandang disabilitas adalah bagian dari kita dan harus diberi ruang untuk berkembang,” kata Yusran.

Selain itu, ia menyoroti tantangan yang masih dihadapi penyandang disabilitas di Indonesia, seperti kurangnya pencatatan data, rendahnya akses pendidikan formal, dan tingginya angka kemiskinan.

Pada akhir acara, Pemkab Maros memberikan bantuan kepada penerima manfaat berupa lima tongkat cangkram, dua tongkat crutch, dan tiga tongkat netra sebagai simbol dukungan nyata terhadap kelompok disabilitas.

Melalui kegiatan ini, Pemkan Maros berharap dapat membangun kesadaran masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang inklusif, sejalan dengan upaya mewujudkan visi Indonesia Inklusif di masa depan. ***