POJOKSULSEL, MAROS - Bupati Maros, Chaidir Syam, bersama instansi dan relawan, mengambil langkah tanggap dalam membantu korban banjir bandang dan longsor beberapa daerah di Sulsel.
Chaidir Syam membuka posko bantuan korban banjir dan longsor yang terpusat di Lapangan Pallantikang, Kabupaten Maros.
Posko bantu korban banjir dan longsor bertujuan untuk mengorganisir dan menyalurkan bantuan dari masyarakat agar tepat sasaran.
Baca Juga: Usai Deklarasi Pekan Lalu, Zainal Abidin Lanjut Daftar Bacawabup Polman di NasDem
Chaidir Syam memberikan imbauan kepada seluruh ASN, OPD, dan masyarakat Maros untuk turut serta menyumbangkan bantuan kepada korban bencana.
Menurutnya, pembukaan posko ini merupakan bentuk keprihatinan dan solidaritas terhadap warga yang terdampak bencana alam.
Posko ini tidak hanya sebagai tempat pengumpulan bantuan, tetapi juga sebagai pusat koordinasi dengan pemerintah kabupaten di daerah yang terkena dampak bencana.
Baca Juga: Giliran Salim S Mengga Ambil Formulir Pendaftran Bacabup di PDI Perjuangan Polewali Mandar
Hal ini untuk memastikan bantuan yang terkumpul dapat disalurkan secara efektif dan sesuai dengan kebutuhan yang ada.
Bantuan yang diperlukan mencakup berbagai kebutuhan pokok seperti air mineral, popok bayi, obat-obatan, beras, pakaian bekas, selimut, susu bayi, ikan kaleng, dan mie instan.
Masyarakat yang ingin menyumbangkan bantuan diminta untuk membawanya langsung ke Lapangan Pallantikang, di mana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maros akan mengkoordinir proses penyaluran bantuan.
Baca Juga: Perkenalkan Ramdana Sari, Pembudidaya Jamur Tiram Asal Soppeng Beromzet Jutaan Rupiah
Bupati Maros juga telah melakukan koordinasi dengan BPBD
Sulsel untuk memastikan bantuan dapat tersalurkan secara efisien. Bantuan yang terkumpul akan segera dikirimkan pada Rabu, 8 April mendatang.
Sebelumnya, Bupati Maros telah aktif menyalurkan bantuan bersama dengan empat lembaga lainnya, termasuk Yatim Mandiri, PMI Kabupaten Maros, Lazismu, dan MDMC, serta beberapa relawan, untuk membantu korban bencana alam di wilayah Sulawesi Selatan.
Langkah-langkah ini menunjukkan keseriusan dan kolaborasi antara berbagai pihak dalam memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan di tengah situasi darurat akibat bencana alam. ***




