POJOKSULSEL, MAMUJU - Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) bersiap menyambut kehadiran ulama nasional Dr. Arrazy Hasyim yang akrab disapa Buya Arrazy, yang akan menggelar Safari Dakwah di sejumlah titik pada 13–14 Desember 2025.
Kegiatan ini diperkirakan menjadi salah satu agenda keagamaan terbesar di Sulbar jelang akhir tahun, mengingat tingginya antusiasme masyarakat terhadap kajian-kajian Buya Arrazy yang dikenal sebagai ahli tasawuf dan pendiri Ribath Nouraniyah Hasyimiyah.
Buya Arrazy dijadwalkan tiba di Bandara Tampa Padang, Mamuju, pada Sabtu, 13 Desember. Usai mendarat, ia langsung menuju Alun-alun Topoyo, Mamuju Tengah, untuk mengisi tabligh akbar pada pukul 16.00 WITA.
Malam harinya, masyarakat Mamuju kembali mendapat kesempatan menghadiri ceramah beliau di Masjid Muttahidah, kawasan Pantai Manakarra.
Baca Juga: Ini 8 Madrasah Sulsel Raih Penghargaan Adiwiyata Nasional 2025, Bulukumba dan Gowa Mendominasi
Safari Dakwah berlanjut pada Minggu, 14 Desember 2025. Pagi hari pukul 08.00 WITA, Buya Arrazy dijadwalkan mengisi kajian di Masjid Nuruttaubah Imam Lapeo, Campalagian, Polewali Mandar.
Malam harinya, Buya Arrazy akan menutup rangkaian agenda dengan ceramah di Pondok Pesantren Attahiriyah Lombang-Lombang, Kecamatan Kalukku, Mamuju.
Tahun ini, Safari Dakwah Buya Arrazy mengusung tema “Mengenal Hakikat Nur Muhammad untuk Menyempurnakan Ma’rifatullah”.
Selain tabligh akbar, beberapa titik akan menggelar kajian terbatas yang diikuti para penggiat ilmu, tokoh agama, dan masyarakat umum.
Baca Juga: Pemprov Sulsel Kirim 100 Nakes dan Tambahan Rp1 Miliar untuk Bantu Aceh Tamiang
Ahmad Multazam, inisiator kegiatan, mengatakan Safari Dakwah ini menjadi kunjungan kedua Buya ke Sulawesi Barat setelah sebelumnya hadir pada tahun 2024.
Ahmad Multazam menilai agenda ini bukan hanya forum ceramah, tetapi ruang memperkuat ukhuwah Islamiyah serta memperdalam pemahaman keagamaan masyarakat.
“Kami bersyukur Buya kembali menyapa Sulbar. InsyaAllah beliau akan mengisi tabligh akbar di beberapa titik, dan masyarakat sangat menantikan,” ujar Ahmad Multazam.
Baca Juga: 100 Pelaku UMKM Maros Ikuti Pelatihan Pengembangan Kapasitas dan Digitalisasi
Safari Dakwah Buya Arrazy diperkirakan menarik jamaah dalam jumlah besar, mengingat pengaruh keilmuan beliau dan kedekatan masyarakat Sulbar terhadap kajian-kajian tasawuf.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum memperkuat religiusitas, persaudaraan, dan semangat kebangsaan di Bumi Malaqbi’. ***




