POJOKSULSEL, MAKASSAR - Seleksi tahap pertama Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1447 H/2026 M resmi dimulai di Sulawesi Barat pada Kamis, 4 Desember 2025.
Ujian seleski PPIH dibuka oleh Kepala Kanwil Kemenag Sulbar, Adnan Nota, dan diikuti peserta dari kabupaten/kota melalui sistem Computer Assisted Test (CAT) yang digelar serentak secara nasional.

Seleksi PPIH kali ini menjadi langkah awal dalam menjaring petugas haji yang akan bertugas di Arab Saudi maupun di kloter daerah tahun depan.

Kegiatan tersebut juga menandai momentum penting bagi Kantor Wilayah Haji dan Umrah Sulbar yang baru dipimpin Ahmad Barambangy sejak pelantikannya pada 28 November 2025.

Dalam sambutannya, Ahmad Barambangy menekankan bahwa Kemenag Sulbar memegang peran historis sebagai tempat lahirnya lembaga pelayanan haji di daerah.

Baca Juga: UMI Terjunkan Tim Medis dan Teknologi Drone Bantu Korban Bencana Sumatera

Ahmad Barambangy mengajak seluruh pihak memperkuat kolaborasi, termasuk dalam peningkatan kualitas rekrutmen petugas haji.

“Pelayanan haji menuntut profesionalisme dan integritas. Seleksi ini memastikan petugas yang terpilih mampu menjalankan amanah dengan baik,” ujar Ahmad Barambangy dikutip laman Kemenag Sulbar.

Adnan Nota, yang menghadiri sekaligus meresmikan pelaksanaan CAT, memberikan apresiasi terhadap arah kepemimpinan Ahmad Barambangy.

Adnan Nota menyebut Kanwil Haji dan Umrah Sulbar sebagai mitra strategis Kementerian Agama dalam meningkatkan kualitas layanan ibadah haji.

Baca Juga: Dosen Unsulbar Dorong Siswa Kuasai Kosa Kata Bahasa Inggris lewat Wordwall dan Generative AI

“Kami memberi dukungan penuh, baik fasilitas maupun ruang kerja kelembagaan, agar pelayanan haji semakin meningkat,” kata Adnan Nota.

Dengan sistem CAT dan pemantauan terpusat melalui Zoom, proses seleksi dinilai lebih transparan serta memudahkan pengawasan lintas daerah. Tahap berikutnya akan dilaksanakan setelah peserta dinyatakan lulus penilaian awal.

Adnan Nota menutup pembukaan dengan harapan agar rekruitmen ini melahirkan petugas yang benar-benar siap mengedepankan pelayanan dan keselamatan jemaah haji Indonesia pada penyelenggaraan ibadah haji 2026 mendatang. ***