POJOKSULSEL, MAKASSAR - Tim dosen Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Penguatan Motivasi Siswa Belajar Kosakata Bahasa Inggris Melalui Pelatihan Berbantuan Wordwall” yang dipadukan dengan pemanfaatan Generative AI.

Kegiatan itu dilaksakan tim dosen Unsulbar seiring dengan derasnya tantangan global dan tuntutan kompetensi era Revolusi Industri 4.0, yang menjadikan bahasa Inggris kini sebagai kebutuhan dasar bagi generasi muda.

Tim dosen Unsulbar dipimpin oleh Umar dari Pendidikan Bahasa Inggris, bersama Hilman Qudratuddarsi, Nor Indriyanti, dan Jumriani dari Pendidikan IPA.

Program ini memanfaatkan kombinasi media game-based learning Wordwall dan Generative AI sebagai metode pembelajaran yang lebih menarik dan sesuai karakter generasi digital.

Baca Juga: FKIK UIN Alauddin Aktif di Jeddah: Pengabdian, Riset, dan Kolaborasi Global

Wordwall dipilih sebagai media utama karena mampu mengubah latihan kosakata biasa menjadi permainan interaktif.

Melalui platform ini, guru dapat merancang berbagai aktivitas seperti match up, anagram, find the match, quiz show, group sort, open the box, hingga word search dan balloon pop.

Permainan tersebut dirancang berdasarkan kosakata tematik yang sesuai kurikulum, sehingga tetap selaras dengan capaian pembelajaran di sekolah.

Sementara itu, Generative AI seperti ChatGPT dimanfaatkan untuk menyusun daftar kosakata tematik dan contoh kalimat kontekstual.

Baca Juga: Pemkot Parepare Perkuat Kolaborasi APIP dan APH Cegah Korupsi Diapresiasi KPK

Kemudian, memberikan contoh penggunaan kata dalam dialog sehari-hari. Dan membantu guru memodifikasi level kesulitan latihan sesuai kemampuan siswa.

Dengan kombinasi ini, siswa tidak lagi hanya diminta menghafal daftar kata, tetapi diajak berinteraksi langsung dengan kosakata melalui gim, tantangan, dan contoh nyata.

Pendekatan ini sejalan dengan konsep gamification yang menekankan pengalaman belajar yang menyenangkan, menantang, dan memberi umpan balik instan.

Baca Juga: Menteri Yandri Resmikan Pembangunan Gedung Kopdes Merah Putih di Maros

Menurut Umar, penggunaan wordwall membantu mengubah pembelajaran kosakata dari sekadar hafalan menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan.

"Siswa lebih semangat dan tidak lagi merasa bahasa Inggris itu sulit atau membosankan," katanya dalam keterangan tertulis.

Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan nyata: mayoritas siswa menilai Wordwall membuat pembelajaran lebih menyenangkan (71,42 persen), merasa kosakata lebih mudah diingat (57,14 persen), dan lebih percaya diri belajar bahasa Inggris (51,43 persen).

Nilai vocabulary mastery pun didominasi kategori sangat baik, dengan lebih dari 85 persen siswa memperoleh nilai antara 85–100.

Guru mitra turut menyampaikan bahwa pendekatan digital interaktif seperti ini sangat relevan dengan karakteristik generasi Z dan dapat diterapkan dalam pembelajaran sehari-hari.

Baca Juga: Hasil Seleksi Terbuka JPTP Maros 2025, Skor Tertinggi Dikuasai Pejabat Berprestasi, Ini Daftarnya

Program ini tidak hanya menjawab masalah teknis penguasaan kosakata, tetapi juga selaras dengan kebijakan Merdeka Belajar yang menekankan pembelajaran berpusat pada siswa (student-centered learning), mengintegrasikan teknologi digital, hingga menumbuhkan kreativitas, kolaborasi, dan kemandirian belajar.

Kegiatan ini didukung oleh LPPM Unsulbar melalui skema Pengabdian Kemitraan DIPA Unsulbar 2025, sebagai wujud komitmen Unsulbar dalam menghadirkan inovasi pembelajaran yang berkualitas dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. ***