POJOKSULSEL.com, MAROS - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Maros bekerja sama Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan Repubik Indonesia (Ditjen Pothan Kemhan RI) melakukan sosialisasi pembinaan kesadaran bela negara, di Grand Town Hotel Maros, Jumat (29/9/2023).

Sosialisasi tersebut menyasar setiap perangkat desa yang ada di Kabupaten Maros. Dengan mengangkat tema "Pemuda Unggul Berwawasan Bela Negara” kegiatan itu diikuti sebanya 250 peserta dari perwakilan 14 Kecamatan.

Baca Juga: Ada 560 Formasi, Cek Info Seleksi PPPK Kabupaten Maros 2023, Link Pendaftaran dan Gaji Per Bulan

Baca Juga: 10 Hari Kedepan, 9 Daerah di Sulsel Zona Merah Kekeringan Ekstrem, Termasuk Makassar dan Maros

Bupati Maros, AS Chaidir Syam menyambut baik kegiatan ini. Ia mengatakan, kegiatan sosialisasi bagi aparat desa sangat penting dilakukan. Sebab aparat desa menjadi garda terdepan pemerintah.

“Sikap bela negara, cinta tanah air kita perlahan tergerus. Tidak jarang ketika pengibaran bendera dilakukan di instansi kita, kadangkala ada masyarakat yang cuek, tidak menghargai pengibaran bendera bahkan tidak hormat. Ini terlihat kecil tetapi merupakan bibit tergerusnya sikap cinta tanah air,” terangnya.

Chaidir Syam berharap, para peserta dapat menjadi ujung tombak dalam mensosialisasikan nilai dasar bela negara kepada masyarakat di wilayahnya masing-masing.

Baca Juga: SAH! Suryadi dan Abd Rasyid dari Partai Golkar Dilantik Jadi Anggota DPRD Maros

Baca Juga: Maros Kini Miliki Sentra Industri Gula Aren, Lokasinya di Tompobulu

“Bagi para peserta, silahkan mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. Semoga kita bisa saling bekerjasama menanamkan sikap bela negara kepada masyarakat di Kabupaten Maros,” pungkasnya.

Sementara Staf Ahli Kementerian Pertahanan Bidang Ekonomi Kemhan, Mayjen TNI Piek Subyakto membacakan sambutan pembukaan Dirjen Pothan Kemhan.

Ia mengatakan, sosialisasi tersebut merupakan kegiatan pembinaan kesadaran bela negara dalam rangka menyebarluaskan nilai dasar bela negara.

“Intinya kita harus senantiasa membangun dan menanankan sikap cinta tanah air, memiliki kesadaran berbangsa dan bernegara. Bela negara tidak selalu tentang pegang senjata, sebab perang tidak selalu lewat senjata, bisa saja lewat ekonomi dan ideologi,” katanya.

Baca Juga: Pimpin HUT RI Ke 78 di Maros, Chaidir Syam: Semua Berhak Dapatkan Pelayanan

Baca Juga: Perkenalkan... Marjan Massere Ketua KONI Maros Hingga 2027

Terlebih perkembangan dinamika ancaman saat ini sebut Piek Subyakto, di era kemajuan teknologi, potensi ancaman yang membahayakan kedaulatan negara semakin kompleks dan multidimensi.

"Bentuk ancaman tidak lagi bersifat konvensional, tetapi lebih bersifat non konvensional ataupun non militer," terangnya.

“Peperangan yang sesungguhnya adalah peperangan di dalam pikiran dan hati manusia. Contoh nyata saat ini bahwa radikalisme, terorisme, dan penyalahgunaan narkoba telah menjadi ancaman nyata,” sebutnya. ***