POJOKSULSEL, MAROS – Bupati Maros, Chaidir Syam, menyambut dua dai dari Majelis Hukama Muslimin (MHM) Al Azhar Kairo, Mesir, yang tengah melakukan safari Ramadan di Kabupaten Maros.
Safari Ramadan dai Al Azhar di Maros merupakan bagian dari program syiar Ramadan 1446 H yang bekerja sama dengan Ditjen Bimas Islam Kemenag RI.
Dua dai MHM tersebut adalah Ahmed Attia Attia Ibrahim Gadalla dan Hamdy Fetyan Ahmad Elsyeikh Aly.
Mereka didampingi oleh Kepala Bidang Urais Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Sulsel, H. Abdul Gaffar, serta Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Maros, H Muhammad.
Baca Juga: Menggali Kesejatian Bagian ke Enam: Handphone sekuler
Kedatangan mereka berlangsung pada Kamis (6/3/2025) menjelang waktu berbuka puasa.
Setibanya di Maros, mereka berbuka puasa bersama di Masjid Kemenag Maros, dilanjutkan dengan salat Magrib berjamaah.
Bupati Maros, Chaidir Syam, mengapresiasi kedatangan mereka dan menilai safari Ramadan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Maros, terutama dalam meningkatkan kesadaran keagamaan di bulan suci Ramadan.
“Kehadiran dai dari Al Azhar ini memberikan manfaat besar bagi masyarakat Maros, terutama dalam memperdalam pemahaman agama. Ini sejalan dengan visi kami menjadikan Maros sebagai kabupaten religius,” ujar Chaidir Syam.
Baca Juga: Suhardi Duka Lantik 5 Anggota Komisi Informasi Provinsi Sulbar, Ini Nama-Namanya
Sementara itu, Kepala Kemenag Maros, H Muhammad, menegaskan komitmen Bupati Chaidir dalam membangun kehidupan keagamaan di Maros.
“Bapak Bupati sangat mendukung kami di Kemenag. Komitmennya dalam meningkatkan kualitas kehidupan keagamaan sangat nyata, termasuk dalam mewujudkan Maros sebagai kabupaten religius,” kata Muhammad.
Setelah berbuka puasa, para dai bersama rombongan melanjutkan perjalanan ke Masjid Agung Nur Arrahman Turikale Maros.
Di hadapan jemaah salat Tarawih, Ustadz Ahmed Attia menyampaikan ceramah Ramadan yang menekankan pentingnya ketakwaan dalam menjalankan ibadah puasa.
“Ramadan ini adalah kesempatan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah. Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari perbuatan dosa serta segala yang dilarang oleh-Nya,” ujar Ustadz Ahmed Attia.
Usai memberikan ceramah, Ustadz Ahmed Attia juga bertindak sebagai imam dalam salat Tarawih berjamaah di Masjid Agung Nur Arrahman Maros.
Safari Ramadan para dai Al Azhar di Sulawesi Selatan mencakup 10 titik di tujuh kabupaten/kota. Kabupaten Maros menjadi lokasi kedua setelah Kota Makassar.
Baca Juga: Pemkab Maros Akan Bentuk Koperasi Merah Putih di Desa, Chaidir Syam: Ini Langkah Konkret
Sebelumnya, delegasi MHM Al Azhar telah diterima secara resmi oleh Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, di Jakarta.
Secara keseluruhan, enam dai MHM Al Azhar yang berpartisipasi dalam safari Ramadan ini akan mengunjungi beberapa provinsi, termasuk DKI Jakarta, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Utara, dan Riau. ***




