POJOKSULSEL, MAKASSAR - Memasuki hari keenam Operasi SAR tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan sebelah barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, sebanyak 18 Nurul Salsa masih dinyatakan hilang.
Basarnas pun kembali memperkuat operasi pencarian pare penumpang KM Nurul Salsa dengan mengerahkan tambahan armada dan personel dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram.
Kepala Kantor Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan Basarnas mengirimkan satu unit Rescue Boat (RB) 220 Mataram beserta 17 personel rescue untuk memperluas jangkauan pencarian belasan penumpang KM Nurul Salsa.
Baca Juga: Nasib Gaji PPPK Sulbar 2027 Terang, Pemprov Siapkan Skema Baru hingga Gaji ke-14
"Pada hari keenam operasi, Basarnas kembali menambah kekuatan dengan mengerahkan Rescue Boat 220 dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram beserta 17 personel rescue. Penambahan ini merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan operasi pencarian agar jangkauan area pencarian semakin luas dan peluang menemukan korban yang masih hilang dapat dimaksimalkan," ujar Arif.
RB 220 Mataram bergerak dari Dermaga PT Pelindo III Lembar menuju Pelabuhan Badas, Sumbawa, sebelum bergabung dengan Tim SAR Gabungan yang telah melakukan pencarian di lokasi kecelakaan.
Penambahan armada ini diharapkan mampu memperkuat operasi mengingat area pencarian sangat luas dan kondisi perairan masih dipengaruhi gelombang setinggi 2 hingga 3 meter.
Baca Juga: Junda Maulana Akhirnya Beri Kejelasan PPPK Sulbar 4 Bulan Dirumahkan, PNS Kecipratan Kabar Gembira
Di tengah penyisiran, KRI Marlin-877 menemukan satu unit swimvest bertuliskan "KM Nurul Salsa" yang hanyut di perairan utara Pulau Sanipa. Swimvest tersebut langsung diamankan karena diduga berkaitan dengan kecelakaan kapal dan akan menjadi salah satu petunjuk dalam pengembangan area pencarian.
Selain itu, Basarnas juga menerima informasi dari nelayan di perairan Kabupaten Pangkep mengenai penemuan sebuah rakit gabus yang membawa tas berisi identitas yang diduga milik penumpang KM Nurul Salsa.
"Kami mendapatkan informasi dari nelayan Pangkep, telah ditemukan sebuah rakit gabus yang di atasnya ada sebuah tas, yang kami yakini bahwa barang tersebut adalah milik dari penumpang KM Nurul Salsa. Saat ini kami terus mencari informasi lanjutan dari wilayah Perairan Pangkep," kata Arif.
Baca Juga: Kemenag Sulsel Segera Bentuk Satgas Pesantren Ramah Anak, Perlindungan Santri Prioritas Utama
Pada hari keenam, Tim SAR Gabungan menggelar pencarian di area seluas 1.980 nautical mile persegi (nm²) yang dibagi ke dalam lima sektor pencarian dengan enam Search and Rescue Unit (SRU). Pemantauan dari udara juga dilakukan menggunakan pesawat Boeing B737-200 TNI AU untuk menyisir seluruh sektor operasi.
Hingga Senin (20/7), jumlah korban KM Nurul Salsa tercatat sebanyak 78 orang. Sebanyak 59 orang berhasil ditemukan dalam keadaan selamat, satu orang meninggal dunia, sementara 18 korban lainnya masih dalam pencarian.
Tim SAR Gabungan menyatakan akan terus mengoptimalkan pencarian melalui koordinasi lintas instansi, evaluasi harian, serta penambahan kekuatan personel dan armada demi memperbesar peluang menemukan seluruh korban yang belum ditemukan. ***




