POJOKSULSEL, PAREPARE - Pemadaman listrik bergilir terjadi di sejumlah wilayah Kota Parepare, Sulawesi Selatan, dalam tiga hari terakhir.

PLN ULP Mattirotasi memastikan pemadaman listrik di Kota Parepare bukan disebabkan kurangnya debit air PAM Tirta Karajae, melainkan dampak pemeliharaan infrastruktur kelistrikan di PLTU Jeneponto.

Penyebab pemadaman listrik bergilir itu disampaikan Manager PLN ULP Mattirotasi Adryani saat mengikuti pertemuan bersama Wali Kota Parepare Tasming Hamid, para camat, dan Direktur PAM Tirta Karajae di Auditorium BJ Habibie, Kamis (3/9/2026).

Baca Juga: Ribuan Peserta Kemah Pramuka Madrasah Provinsi Sulsel Salat Istisqa di Cadika Gowa

“Jadi penyebab dari pemadaman bergilir ini adalah adanya kegiatan pemeliharaan salah satu infrastruktur kelistrikan di PLTU Jeneponto. Kami sedang melakukan kegiatan pemeliharaan berkala,” kata Adryani.

Menurutnya, pemeliharaan tersebut berdampak terhadap sistem kelistrikan di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan. PLN kemudian melakukan pengaturan beban di wilayah Parepare untuk mencegah dampak gangguan yang lebih luas.

“Maka dari itu kami dari Parepare melakukan pengaturan beban dalam rangka menghindari dampak yang lebih meluas,” ujarnya.

Baca Juga: Dibuka Staf Khusus Menteri Agama, 2.389 Pramuka Madrasah Ikuti KPMP 2026 di Gowa

Adryani menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas pemadaman listrik yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Ia menyebut proses pemeliharaan diperkirakan berlangsung hingga 5 September 2026. Namun, PLN berupaya menyelesaikan pekerjaan tersebut lebih cepat.

“Estimasi pekerjaan pemeliharaan ini berlangsung sekitar sampai tanggal 5 September nanti, namun kami upayakan tim kami berusaha maksimal bisa selesai lebih cepat,” tuturnya.

Baca Juga: 40 Pejabat Pemprov Sulbar Belajar Kelola Pemerintahan Efisien di Maros

Sementara itu, Wali Kota Parepare Tasming Hamid meminta masyarakat tetap tenang dan tidak panik menyikapi pemadaman listrik bergilir tersebut.

Tasming mengatakan pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan PLN ULP Mattirotasi untuk mengetahui penyebab pemadaman sekaligus mendorong agar kondisi kelistrikan segera kembali normal.

“Kami sudah melakukan koordinasi dengan pihak PLN ULP Mattirotasi. Informasinya bahwa ada pemeliharaan jaringan listrik di PLTU Jeneponto, dampaknya memang ke seluruh wilayah di Sulawesi Selatan termasuk kita di Parepare,” kata Tasming Hamid dikutip rilis Humas Pemkot Parepare.

Tasming berharap masyarakat tetap menjalankan aktivitas seperti biasa sembari menunggu proses pemeliharaan selesai.

“Kita sudah dengar tadi dari pihak PLN bahwa secepatnya pemadaman bergilir ini segera terselesaikan. Kita tentu berharap kepada masyarakat agar tetap tenang menyikapi kondisi ini dan menjalankan aktivitas seperti biasanya,” ujarnya.

Ia juga meminta PLN segera mengambil langkah konkret untuk mempercepat penanganan sehingga pemadaman listrik di Parepare dapat segera berakhir.

Adryani sekaligus membantah isu yang menyebut pemadaman terjadi akibat kurangnya debit air di PAM Tirta Karajae.

“Jadi tidak benar isu-isu diakibatkan oleh kurangnya debit air di PAM Tirta Karajae. Tapi ini murni karena adanya pemeliharaan infrastruktur di PLTU Jeneponto,” tegasnya. ***