POJOKSULSEL, MAROS - Pencarian pesawat ATR 42-500 (sebelumnya ditulis ATR 400) yang diduga jatuh di pegunungan Kabupaten Maros terus berlangsung. SAR gabungan kini memusatkan operasi pada empat titik fokus setelah tim sebelumnya melaporkan penemuan titik merah dari udara.
Kasi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan tim helikopter menemukan titik merah yang diduga bisa menjadi lokasi pesawat. Namun, belum ada kepastian bahwa titik tersebut memang lokasi jatuhnya ATR 42-500.
Adni Sultan mengatakan, jarak dari Panaikang, Kelurahan Leang Leang ke titik merah diduga lokasi jatuhnya pesawat ATR 42-500 sekitar tiga jam perjalanan.
Pada kesempatan itu, Andi Sultan mengatakan, tim darat yang diberangkatkan sebelumnya berdasarkan informasi warga setempat belum membuahkan hasil.
Karena itu, tim SAR gabungan kini difokuskan ke kaki Gunung Bulusaraung dengan empat titik fokus pencarian.
“Empat titik fokus pencarian ini kami prioritaskan. Perjalanan ke titik merah membutuhkan waktu sekitar tiga jam,” ujar Andi Sultan.
Tim SAR gabungan yang menuju lokasi koordinat Pesawat ATR 42-500 hilang kontak di Maros, yaitu Basarnas, TNI, Polri, BPBD Maros, Satpol PP Maros, PMI Maros.
Ada juga tim dari Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung bersama Manggala Agni Kementerian Kehutanan.
Baca Juga: Antara Buraq Digital dan Mikraj Spiritual: Refleksi Sosiologis Isra Mikraj
Andi Sultan menjelaskan, berdasarkan data manifest terdapat 11 orang dalam pesawat ATR 42-500, masing-masing 8 kru dan 3 penumpang.
Pesawat ATR 400 terakhir melakukan kontak pada pukul 13.17 Wita berdasarkan laporan Airnav Makassar.
Kasi Opas Basarnas Makassar, Andi Sultan mengatakan, AirNav Makassar telah menyampaikan informasi terkait pesawat ATR hilang kontak di wilayah Leang Leang Kabupaten Maros.
Baca Juga: Koridor Kampus Unhas Kembali Dibuka, Bus Trans Sulsel Masih Uji Coba. Bagaimana Respons Mahasiswa?
Andi Sultan mengatakan, Basarnas Makassar telah melakukan langkah cepat usai menerima informasi AirNav Makassar.
***




