POJOKSULSEL, BONE - Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama (Kemenag) bukan sekadar seremoni tahunan.
Menurut Nasaruddin Umar, HAB menjadi momentum penting untuk memperkuat kerukunan, kebersamaan, serta kontribusi nyata Kementerian Agama bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Menag Nasaruddin Umar saat membuka Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) serta melepas Jalan Santai Kerukunan dalam rangka HAB ke-80 Kementerian Agama tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Lapangan Merdeka Bone, Rabu (7/1/2026).
Menag mengapresiasi pelaksanaan HAB di Sulawesi Selatan yang diikuti puluhan ribu peserta dari berbagai daerah.
Baca Juga: Jalan CPI Makassar 1,8 Kilometer Rampung, Pemprov Sulsel Juga Perbaiki Sejumlah Ruas di Pinrang
Ia menilai antusiasme masyarakat mencerminkan kuatnya semangat persatuan dan toleransi antarumat beragama.
“Peringatan HAB ke-80 ini luar biasa, bukan hanya karena antusiasme masyarakat yang begitu besar, tetapi karena kerukunan begitu terasa. Semua melebur, saling menyapa tanpa melihat latar belakang agama apa pun. Inilah wajah Indonesia sesungguhnya,” ujar Nasaruddin Umar.
Ia menegaskan bahwa kerukunan umat beragama merupakan modal utama dalam pembangunan bangsa.
Menurutnya, peningkatan Indeks Kerukunan Umat Beragama dalam beberapa tahun terakhir menjadi bukti nyata komitmen masyarakat Indonesia dalam menjaga persatuan.
Baca Juga: Musibah
“Kerukunan hari ini adalah yang tertinggi sejak Indonesia merdeka berdasarkan survei nasional. Saya berharap capaian ini terus dipertahankan. Kita ingin Kementerian Agama selalu menjadi garda terdepan dalam memelihara harmoni,” tegasnya.
Pelaksanaan HAB ke-80 di Bone diisi dengan Jalan Santai Kerukunan yang diikuti tokoh lintas agama, mulai dari Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Buddha, hingga Khonghucu.
Kegiatan tersebut juga melibatkan tokoh adat, perempuan, pemuda, aparatur sipil negara Kementerian Agama, serta masyarakat umum.
“Ini bukan sekadar jalan santai. Ini simbol persaudaraan kita. Orang dari berbagai kabupaten datang, berbaur, saling menyapa. Mereka lupa identitas agamanya apa, yang ada adalah persaudaraan,” kata Menag.
Baca Juga: IAIN Parepare Masuk Top 10 PTKIN Terbaik Versi Indeks Sinta 2025
Sebagai simbol usia Kementerian Agama yang memasuki 80 tahun, sebanyak 80 balon diterbangkan sebelum peserta bergerak mengelilingi rute yang telah disiapkan panitia.
Selain Jalan Santai Kerukunan, Kemenag Sulsel juga menggelar sejumlah kegiatan sosial dan keagamaan, di antaranya donor darah serentak, bakti sosial bagi fakir miskin, penyandang disabilitas, dan warga prasejahtera, ziarah makam pahlawan, penggalangan donasi untuk korban bencana Aceh dan Sumatra Barat, zikir dan doa kebangsaan di Masjid Agung Bone, serta rapat kerja dan temu lintas agama di Pondok Pesantren Al-Ikhlas Ujung.
Dalam sesi khusus bersama media, Menag juga menyoroti dampak ekonomi dari pelaksanaan HAB di Bone. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat setempat.
“Bayangkan, jika yang hadir sekitar 50 ribu orang dan masing-masing membelanjakan Rp500 ribu saja, maka puluhan miliar rupiah berputar di Bone. Ini berkah untuk masyarakat,” ujarnya.
Menag menambahkan, pelaksanaan HAB ke depan akan digilir ke kabupaten lain agar manfaatnya dapat dirasakan lebih merata serta memperkenalkan program Kementerian Agama ke seluruh daerah.
Baca Juga: Stadion Turatea Jeneponto dan Lapangan Gaspa Palopo Bersolek Usai Dapat Bantuan Pemprov Sulsel
Di akhir sambutannya, Menag mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga Bone sebagai wilayah yang ramah dan rukun.
“Bone hari ini menorehkan sejarah. Jadilah tuan rumah yang baik, terus rawat kerukunan ini. Semoga HAB ke-80 membawa keberkahan bagi Sulsel dan Indonesia,” pungkasnya.
Acara ditutup dengan pelepasan peserta jalan santai oleh Menag Nasaruddin Umar bersama Bupati Bone Andi Asman Sulaiman, jajaran Kementerian Agama RI, serta para tokoh lintas agama. ***




