POJOKSULSEL, MAKASSAR - Sebanyak 1.415 balita stunting di Kabupaten Maros dipastikan mendapatkan layanan BPJS Kesehatan gratis.

Kebijakan BPJS Kesehatan gratis bagi menjadi salah satu langkah agresif pemerintah daerah dalam mempercepat penurunan stunting dan memastikan keluarga miskin tidak lagi terhambat biaya ketika membutuhkan layanan medis.

Kepala Dinas Sosial Maros, A Zulkifli Riswan Akbar, menyebut program BPJS Kesehatan gratis dirancang untuk memperkuat intervensi stunting bagi kelompok paling rentan, terutama balita yang mengalami gagal tumbuh.

Baca Juga: Magis, Siswi MAN 1 Bulukumba Tampilkan Tarian Pepepepeka Baine

“JKN itu hak semua warga. Bedanya hanya ada yang mandiri dan ada yang ditanggung APBD,” ujar Zulkifli dikutip rilis Humas Pemkab Maros.

Ia menegaskan tidak boleh ada anak terlambat mendapatkan perawatan hanya karena orang tuanya tidak memiliki jaminan kesehatan.

“Stunting itu prioritas. Kami tidak mau ada orang tua ragu membawa anaknya ke puskesmas hanya karena tidak punya JKN," katanya.

Baca Juga: PKKM Digelar, Kinerja Kepala MI DDI Takkalasi Dapat Saran Penguatan

Program ini dijalankan berlapis bersama seluruh puskesmas di Maros. Setiap kali penimbangan atau pemeriksaan rutin, petugas tidak hanya mengecek kondisi balita, tetapi juga memastikan status kepesertaan BPJS mereka.

Bila ditemukan yang belum terdaftar, usulan penerbitan kartu langsung diproses saat itu juga, dengan kewajiban orang tua mengaktifkannya.

Menurut Zulkifli, syarat untuk mendapatkan BPJS gratis cukup sederhana. “Kami hanya butuh dokumen kependudukan lengkap. Selebihnya kami yang urus," katanya.

Bupati Maros, Chaidir Syam, menyebut intervensi pemerintah dalam dua tahun terakhir mulai menunjukkan tren positif. Data menunjukkan prevalensi stunting di Maros turun signifikan.

Baca Juga: Arrazy Hasyim Akan Kembali Hadir di Sulbar, Ini Agenda Lengkap Safari Dakwah Buya Arrazy di 4 Titik

Pada 2023, terdapat 3.876 balita stunting (34,7 persen) dari 30 ribu anak. Angka itu menurun menjadi 22,4 persen atau 3.700 balita dari 29.201 anak pada 2024. ***