POJOKSULSEL, MAROS - Sebanyak 1.500 tenaga honorer di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), memulai perjuangan mereka untuk menjadi bagian dari Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dalam seleksi tahap II tahun 2024.

Seleksi kompetensi PPPK ribuan tenaga honorer Kabupaten Maros digelar mulai 30 April hingga 3 Mei 2025 di Kantor Regional IV BKN Makassar.

Pelaksanaan ujian PPPK ribuan tenaga honorer Kabupaten Maros dilakukan secara bertahap dalam sembilan sesi.

Baca Juga: Kepemimpinan adalah Pengaruh: Catatan Hari Kedua Senior Leadership Program

Kepala BKPSDM Kabupaten Maros, Andi Sri Wahyuni AB, menjelaskan pembagian ini dirancang untuk menjaga keteraturan dan kenyamanan selama ujian berlangsung.

“Kami ingin memastikan proses berjalan lancar dan semua peserta mendapat kesempatan yang adil tanpa hambatan teknis,” ujarnya.

Peserta yang mengikuti seleksi kali ini adalah mereka yang belum lolos atau belum terakomodasi dalam formasi PPPK sebelumnya.

Baca Juga: Misi Besar Unhas Kawal Unsulbar Jadi PTN BLU, Mendiktisaintek Ingatkan Rektor Berpikir Layaknya CEO

Menyadari keterbatasan formasi tahun lalu, Pemkab Maros pun mengambil langkah inisiatif dengan mengusulkan skema formasi paruh waktu.

“Formasi paruh waktu adalah alternatif yang kami dorong untuk memberi ruang bagi honorer yang belum sempat lolos seleksi sebelumnya,” kata Andi Sri.

Pada tahun 2024, Pemkab Maros hanya mampu membuka 200 formasi PPPK. Rinciannya adalah 50 formasi guru, 70 tenaga kesehatan, dan 80 tenaga teknis.

Baca Juga: Embarkasi Makassar Siap 99 Persen Sambut Jemaah Haji 2025, Pelunasan Capai 108 Persen

Padahal, jumlah tenaga honorer yang tercatat di Maros mencapai lebih dari 5.000 orang yang tersebar di berbagai instansi layanan publik.

Pemerintah daerah menegaskan komitmennya dalam mencari solusi bagi ribuan tenaga honorer yang telah lama mengabdi di berbagai sektor.

Dengan mengusulkan formasi paruh waktu, diharapkan lebih banyak honorer bisa mendapatkan kejelasan status kepegawaian mereka. ***