POJOKSULSEL, GOWA - UIN Alauddin Makassar, terpilih sebagai pilot project Penguatan Kapabilitas Satuan Pengawas Internal (SPI) oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia (Itjen Kemenag RI).
Selain UIN Alauddin Makassar, ada enam PTKIN lainnya di Indonesia, yang masuk dalam Penguatan Kapabilitas Satuan Pengawas Internal (SPI) oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia (Itjen Kemenag RI).
Ketujuh PTKIN yang terpilih masing-masing UIN Imam Bonjol Padang, UIN Raden Fatah Palembang, IAIN Metro, IAIN Ponorogo, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, UIN Alauddin Makassar, dan UIN Mataram.
Baca Juga: IMMIM Gelar Expo Hari Santri 2023, Ada Pameran Pesantren, Pemilihan Duta Santri, Catat Tanggalnya
Program Penguatan Kapabilitas Satuan Pengawas Internal Itjen Kemenag RI disambut baik Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Hamdan Juhannis.
Menurut Prof Hamdan Juhannis, Penguatan Kapabilitas Satuan Pengawas Internal Itjen Kemenag RI, sebagai langkah penting dalam mewujudkan good university governance.
"Saya sangat mendukung program ini sebagai langkah nyata dalam mewujudkan good university governance," katanya.
Baca Juga: Terbaru, 17.660 Pelamar CPNS 2023 Tidak Masuk Syarat, Pendaftar PPPK Guru 2023 Sudah 338.349
Good University Governance merupakan kegiatan pengelolaan anggaran yang tidak lepas dari kegiatan tata kelola (governance) sebuah organisasi
Prof Hamdan Juhannis menilai, penguatan kapabilitas SPI adalah upaya yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas pengawasan internal di UIN Alauddin Makassar.
Tim Itjen Kemenag RI melakukan kunjungan ke UIN Alauddin Makassar. Kehadiran tim itu, bertujuan untuk mendorong penguatan peran SPI agar lebih berdaya sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Baca Juga: Stok Beras Sulsel Aman Hingga Akhir Tahun, Bahtiar Baharuddin Perkenalkan Beras Malopi Bulog
Pengendali Teknis Itjen Kemenag RI, Budi Setyo Hartoto, menjelaskan bahwa SPI merupakan organ vital di kampus yang memiliki tugas dan fungsi penting dalam melakukan pengawasan internal.
Namun, selama ini peran SPI di berbagai kampus seringkali dianggap lemah dan belum maksimal.
Budi Setyo Hartoto menekankan, peran SPI yang kuat akan menbuat PTKIN dapat terhindar dari tindakan penyimpangan dan fraud.
Baca Juga: Info Penerimaan CPNS Dosen dan PPPK Tenaga Kesehatan Unhas 2023, Ada 526 Jumlah Formasi
"Baik yang berhubungan dengan keuangan, korupsi, pelanggaran kewenangan, disiplin, maupun penyimpangan lainnya," kata Budi Setyo Hartoto.
Program ini diharapkan akan membantu menciptakan lingkungan akademik yang lebih transparan, akuntabel, dan efisien di seluruh PTKIN yang terlibat dalam pilot project ini. ***




