POJOKSULSEL, PAREPARE - Penasihat Perkumpulan Pendidik Bahasa Daerah Indonesia (PPBDI) Erna Rasyid Taufan mengajak kepada PPBDI Parepare melestarikan bahasa daerah.

Hal itu disampaikan Erna Rasyid diacara diseminasi pemodelan revitalisasi bahasa daerah, untuk pengembangan bahasa daerah di Kota Parepare.

"Salah satu cara kita bersyukur yaitu dengan merawat, menjaga, dan melestarikan bahasa daerah kita agar tidak punah," kata Erna Rasyid.

Ketua TP PKK Parepare, itu menunjukkan kemampuan berpantun dalam bahasa daerah Bugis hingga membaca aksara lontara di spanduk kegiatan.

Baca Juga: Persagi Sulsel Peringati Pekan Menyusui Sedunai Lewat Konseling Menyusui Hingga Konsultasi Gizi

Pada kesempatan yang sama, Erna Rasyid mendapatkan penghargaan kategori tokoh penggerak dan peduli pelestarian bahasa daerah di Kota Parepare.

Sementara itu, Kabid Kebudayaan Disdikbud Parepare, Ninik Harisany mengatakan, diseminasi pemodelan revitalisasi bahasa daerah dilakukan agar mendorong ketertarikan siswa dalam belajar bahasa daerah.

Kegiatan yang diikuti 130 peserta mendesiminasi empat model ajar, yaitu mendongeng, pidato, penulisan cerpen, dan komedi tunggal.

"Satu orang guru bahasa daerah di setiap sekolah, baik SD maupun SMP sederajat," kata Ninik.

Baca Juga: Menhan Prabowo Hadiri Jalan Sehat Anti Mager Terbesar di Sulsel

Sementara, Plt Kepala Disdikbud Parepare H Makmur menitip pesan agar para guru bahasa daerah dapat menjadi fasilitator pengaplikasian Perda penyelenggaraan pendidikan.

"Yaitu dengan berbahasa daerah sehari dalam sepekan (setiap Kamis). Dan sudah ada edaran bapak wali kota sebagai upaya pelestarian bahasa daerah," katanya.

Diseminasi pemodelan revitalisasi bahasa daerah digelar di Balai Ainun Habibie, Parepare mulai 5-6 Agustus 2023.

Kegiatan itu dirangkaikan pelantikan PPBDI Parepare periode 2023-2028. Anggotanya 135 orang guru bahasa daerah SD/MI, SMP/MTs.

(***)