POJOKSULSEL, MAROS - Sebanyak 100 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Maros mulai didorong untuk bertransformasi dalam pengelolaan keuangan digital melalui aplikasi Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK).

Pelatihan literasi pencatatan keuangan tersebut digelar UPTD Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) UMKM Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopurindag) Kabupaten Maros bersama Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Selatan di Baruga Kantor Bupati Maros, Rabu (15/7/2026).

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Maros, H. Abdul Asis Ahmad, mengatakan masih banyak pelaku UMKM yang memiliki produk berkualitas, namun belum diimbangi dengan sistem pengelolaan keuangan yang tertib.

Baca Juga: Liburan Sekolah di Makassar? Vasaka Hotel Tawarkan Paket Staycation Rp600 Ribu Sudah Termasuk Kuliner

“Melalui pelatihan ini kami berharap para pelaku UMKM mulai membangun budaya pencatatan keuangan yang disiplin. Laporan keuangan yang baik akan membantu pelaku usaha mengetahui perkembangan bisnisnya, membuka akses pembiayaan, sekaligus meningkatkan kepercayaan lembaga keuangan maupun investor,” ujarnya.

Menurut Abdul Asis, Pemerintah Kabupaten Maros bersama UPTD PLUT UMKM akan terus melakukan pendampingan agar penggunaan aplikasi SIAPIK tidak berhenti setelah pelatihan, tetapi benar-benar diterapkan dalam aktivitas usaha sehari-hari.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi langsung dari Konsultan Pengembangan UMKM Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Selatan, Anwarding Ajunaid. Materi yang diberikan meliputi strategi pengembangan UMKM, pentingnya pencatatan keuangan, hingga praktik penggunaan aplikasi SIAPIK.

Baca Juga: MUI Sulsel Umumkan Hasil Seleksi Berkas Pendidikan Kader Ulama 2026, Cek Daftar 81 Peserta yang Lolos

Anwarding menjelaskan, SIAPIK dirancang sebagai aplikasi yang mudah digunakan oleh pelaku usaha untuk membuat laporan keuangan secara sistematis.

“SIAPIK merupakan aplikasi yang sederhana dan mudah digunakan. Melalui aplikasi ini, pelaku UMKM dapat menyusun laporan keuangan dengan lebih rapi sehingga mampu mengetahui kondisi usahanya secara akurat dan memperkuat daya saing,” katanya dikutip rilis Humas Pemkab Maros.

Ia menambahkan, Bank Indonesia terus berkomitmen mendukung UMKM agar naik kelas melalui peningkatan kapasitas, termasuk dalam aspek pengelolaan keuangan digital.

Baca Juga: ICATT Inisiasi Sarasehan Pesantren Regional Sulawesi, Kemenag Sulsel Beri Dukungan

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Selain menerima materi, para pelaku UMKM juga mendapat pendampingan langsung dalam mengoperasikan aplikasi SIAPIK agar dapat segera diterapkan dalam bisnis mereka.

Salah satu peserta, Andi Parniati Wawo, pelaku usaha kerajinan asal Maros, mengaku pelatihan tersebut memberikan pemahaman baru terkait pentingnya pencatatan keuangan.

“Selama ini saya hanya mencatat pemasukan dan pengeluaran secara sederhana. Setelah mengikuti pelatihan ini, saya memahami cara membuat pencatatan yang lebih benar melalui SIAPIK. Harapannya usaha kami bisa lebih tertata dan mudah mendapatkan akses pembiayaan,” ujarnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Diskopurindag Kabupaten Maros Samsophyan, Kepala Bidang UKM Rostiah Basri, Kepala UPTD PLUT Kabupaten Maros Fahmy, serta jajaran Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Selatan. ***