POJOKSULSEL.com, MAKASSAR - Suporter PSM Makassar mengibarkan dan membentangkan Bendera Palestina di Stadion Gelora BJ Habibie Parepare, saat tim Juku Eja menjamu Persija Jakarta, 3 Novemver 2023.

Pengibaran bendera Palestina oleh suporter PSM Makassar sebagai bentuk dukungan kemanusiaan atas penjajahan di Palestina. 

Ketua PSSI, Erick Thohir juga sudah menyatakan mengizinkan suporter membentangkan atau mengibarkan bendera Palestina di dalam stadion.

Ini disamapaikan setelah berkoordinasi dengan FIFA agar bendera Palestina diperbolehkan dikibarkan dalam kompetisi di bawah naungan FIFA.

Baca Juga: PSM Makassar dan Pemkot Parepare Teken MoU, Tim Juku Eja Bermarkas di Stadion GBH Selama 5 Tahun

Menurut Erick, FIFA tidak mempermasalahkan pengibaran bendera Palestina sebagai simbol dukungan pada kemanusiaan dan perlindungan HAM.

"FIFA menghargai kebebasan berekspresi. Apalagi pada perlindungan HAM dan kemanusiaan," kata Erick Thohir dilansir pssi.org.

"Ini terutama dalam konteks pengibaran bendera Palestina. Jadi PSSI dalam hal ini menegaskan tidak ada pelarangan apalagi sanksi," kata Erick Thohir.

Meski mengizinkan bendera Palestina di bentangkan di Stadion, Erick Thohor menegaskan bahwa yang dilarang adalah adanya pitch invasion atau suporter yang menerobos masuk ke dalam lapangan.

Baca Juga: Statistik Victor Mansaray, Pencetak Gol Terbanyak Klub Vietnam Rekrutan Baru PSM Makassar

Kabar ini sekaligus menjawab adanya hukuman atau sanksi yang dijatuhkan Komdis PSSI kepada Persiraja Banda Aceh.

Menurut Erick Thohir, hukuman diberikan bukan karena adanya suporter yang membentangkan bendera Palestina, melainkan adanya pitch invasion.

"Jadi tegas yang terjadi di Persiraja bukan karena ada suporter mengibarkan bendera Palestina tapi soal suporter yang melakukan pitch invasion yang hal itu tidak diperkenankan."

Baca Juga: Curhat Terkait Kondisi PSM Makssar di Blog Pribadi, Kenzo Nambu Khawatirkan Mental Pemain Muda

"Apalagi kita sangat ketat menerapkan standar keamanan di lapangan seusai peristiwa Kanjuruhan," ucapnya.

Kabar ini pun diamini oleh Ahmad Riyadh selaku Ketua Komite Hukum PSSI.

Riyadh mempersilakan suporter untuk menyemarakkan solidaritasnya itu di bangku dan tribune stadion. Layaknya apa yang terjadi di sejumlah liga dunia yang mana suporter sepakbola membentangkan bendera dan spanduk dukungan pada nasib Palestina.

Baca Juga: PSM Hadapi Situasi Berat, Bernardo Tavares Isyarat Lepas AFC Cup Demi Menjauh dari Ancaman Degradasi Liga 1

Namun, Riyadh meminta agar tidak ada suporter yang melakukan pitch invasion atau menyerbu masuk ke lapangan. Hal ini tidak diperkenankan karena melanggar peraturan dan keselamatan.

"Perlu digarisbawahi bahwa setiap bentuk pitch invasion itu dilarang," ucap Riyadh.

"Apalagi saat ini kita sedang melakukan transformasi setelah tragedi Kanjuruhan di mana disiplin soal kode keamanan dan keselamatan adalah hal yang mutlak. Karena itu penonton menyerbu masuk ke lapangan tidak diperkenankan," kata Riyadh.

Riyadh menambahkan selama ini komitmen PSSI pada Palestina tak perlu diragukan. PSSI dan Federasi Sepakbola Palestina memiliki relasi spesial. Bahkan rutin menggelar kerja sama dan uji coba.

Sebagai bentuk dukungan kepada Palestina, Ketum PSSI Erick Thohir menawarkan Indonesia sebagai kandang Palestina kala mereka menjamu Australia pada kualifikasi Piala Dunia 2026 November ini. ***