POJOKSULSEL.com, MAKASSAR - Pelatih PSM Makassar Bernardo Tavares kembali meluapkan kekesalannya setelah tim Juku Eja kalah 1-0 atas tuan rumah Persis Solo, pada pekan ke 27 BRI Liga 1, Senin (04/03/2024) malam.

PSM Makassar gagal merebut poin padahal di laga ini PSM unggul jumlah pemain. Sebab di menit 23 kiper Persis Solo Muhammad Riyandi diusir dari lapangan setelah mendapatkan kartu merah langsung usai melanggar Adilson Silva.

Baca Juga: Skuad Pincang, PSM Makassar Tak Gentar Hadapi Persis Solo

Tuan rumah justru berbalik mencuri poin sempurna melalui sontekan Moussa Sidibe. Gawang Muhammad Ardiansyah pun kebobolan. Gol pemain berpaspor Mali di menit ke-55 itu menjadi satu-satunya gol di partai tersebut.

Bernardo Tavares mengakui Persis Solo layak memenangkan pertandingan ini, sebab sekema permaian PSM Makassar tidak berjalan dengan baik. Tunggakan gaji jadi salah satu penyebab para pemain PSM melempem dan kurang fokus.

Baca Juga: Tumbangkan Incumbent, Mantan Pemain PSM Makassar Ardan Aras Kunci Satu Kursi DPRD Polman Dapil Polman 1

Bernardo Tavares sampai memukul meja jelang berakhirnya sesi jumpa media usai laga melawan Persis Solo. Pelatih asal Portugal itu kesal lantaran gaji pemain PSM Makassar nunggak hingga 3 bulan.

Lambatnya gaji pemain PSM Makassar bukan cerita baru. Bernardo Tavares mengatakan, kondisi ini sangat mempengaruhi performa pemain dan suasana ruang ganti tim Juku Eja.

"Para pemain belum menerima haknya, ada yang dua atau tiga bulan tidak menerima gaji,” ungkap pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares sembari memukul meja.

Baca Juga: Respons Terbaru Andi Amar Soal Rumor Akuisisi PSM Makassar: Tunggu Tanggal Mainnya Aja!

Pelatih berpaspor Portugal ini mengakui banyak kesalahan yang dilakukan anak asuhnya. Kesalahan ini bukan karena individual, ada faktor lain yang mempengaruhi.

"Saya tidak ingin menyalahkan satu pemain. Tapi ini kesalahan tim. Kita menang, menang bersama. Kita kalah, kalah bersama,” sebut Tavares.

Baca Juga: Dua Bulan Gaji Tidak DIbayar, Penyerang PSM Makassar Victor Mansaray Akhiri Kontrak Secara Sepihak

"Kita datang ke sini ingin menang. Itu misi kita bermain hari ini. Pemain ingin memberi performa yang bagus. Tapi ada keadaan yang berbeda. Saya hanya berusaha menjaga motivasi mereka. Jika tidak ada gaji, bagaimana bisa fokus di pertandingan?,” Tavares menambahkan.

Masalah klasik ini juga pernah terjadi pada awal Desember 2023 lalu. Saat itu PSM akan menjamu Bhayangkara FC di Stadion Gelora BJ Habibie Parepare, Kamis (7/12/2023).

Kala itu Tavares mengakui persiapan timnya tidak sempurna karena ada masalah. Bukan hanya gaji pemain yang delay, bahkan gaji staf tertahan sampai 5 bulan.

Baca Juga: PSM Makassar Tetap Persiapkan Victor Mansaray Hadapi Persik Kediri, Meski Sudah Pamit Karena Gaji Tidak Dibayar

Ia mengakui masalah ini akan mengganggu performa para pemainnya. Karena itu ia berharap manajemen PSM bisa segera mencarikan solusi atas masalah tersebut.

Hasil minor yang didapat PSM di Solo membuat posisi Pasukan Ramang berada di urutan 12 klasemen sementara karena baru mengoleksi 34 poin. Kondisi ini tentu tidak aman bagi PSM. Apalagi hanya terpaut 6 poin dari Persita Tangerang yang berada di posisi pertama zona degradasi. ***