POJOKSULSEL.com, MAKASSAR - PSM Makassar lagi lagi mengalami masalah finansial. Gaji pelatih, staf dan official kemabli tertunggak.
Hal ini disampaikan langsung pelatih PSM Makassar Bernardo Tavares. Ia mengungkapkan kondisi finansial klub bermasalah sehingga gaji pemain dan staf menunggak sampai 5 bulan.
Baca Juga: GBH Parepare Direnovasi, PSM Makassar Pilih Stadion Batakan Balikpapan Sebagai Homebase
Komisaris Bosowa Group yang juga mantan manajer PSM Makassar, Erwin Aksa bicara soal penyebab finansial PSM Makassar tak pernah beres.
Sebab, ini bukan pertama kalinya pemain dan pelatih secara terang terangan mengeluhkan persoalan gaji tertunggak berbulan bulan.
Bernardo Tavares bahkan pernah melalang barang pribadinya untuk membantu membayar gaji staf dan official.
Baca Juga: Hanya Bermain 7 Menit dengan PSM Makassar, Rizky Pellu Dipinjamkan ke Rans Nusantara
Erwin Aksa merespon hal itu. Ia mengatakan ada yang tidak beres dengan pengelolaan manajemen PSM Makassar.
Secara tegas ia meminta pertanggungjawaban dan berjanjiakan merombak pengurus di manajemen PSM yang dinilai tidak profesional.
“Tim sedang terpuruk, saya akui ada pengelolaan tidak benar di PSM Makassar. Kalau pengurusnya tidak berbobot akan kita ganti. Tidak usah takut-takut, kalau tidak benar kita hajar pengurusnya,” kata Erwin Aksa.
Baca Juga: Bernardo Tavares Lelang Barang Pribadi Imbas PSM Makassar Terbelit Tunggakan Gaji
Erwin Aksa berjanji akan bertanggung jawab dengan situasi ini sebelum semakin parah. Selain menyiapkan dana talangan, Erwin berjanji bakalan mendepak siapa saja yang tak becus dalam manajemen klub PSM Makassar.
“Saya bersedia menyiapkan dana untuk memberikan yang terbaik. Gaji pemain terlambat, ini masalah perut dari pemain dan pelatih. Kalau perutnya tidak diisi ya mainnya lemot, kalah,” tambahnya.
“Saya yang bertanggungjawab, kalau pengelola tidak bertanggungjawab, saya yang bertanggungjawab. Saya akan turun bersama pencinta PSM dan ahli-ahli bola di Makassar agar memperhatikan klub ini, agar menjadi klub yang juara,” tutupnya. ***
