POJOKSULSEL, MAKASSAR - Andi Ahmad Hasan Tenriliweng akhirnya berhasil mempertanggungjawabkan desertasinya di hadapan penguji, Selasa (2/10/2023). Disertasi penelitian doktoralnya, Andi Ahmad Hasan Tenriliweng meneliti suporter sepakbola Indonesia, termasuk PSM Makassar.
Disertasi Andi Ahmad Hasan Tenriliweng berjudul Konflik Kekerasan (Studi Kasus Penanganan Konflik dan Kekerasan Suporter dalam Sepakbola Modern Indonesia). Ujian promosi doktoral Andi Ahmad Hasan Tenriliweng berlangsung di Aula Prf Dr Syukur Abdullah.
Baca Juga: Penjabat Gubernur Bahtiar Baharuddin Ajak Warga Maros Tanam Cabai
Ujian promosi Andi Ahmad Hasan Tenriliweng berlangsung mulai pukul 09.00 Wita dengan memprensentasekan disertasinya di hadapan penguji. Hadir menguji Andi Ahmad Hasan Tenriliweng, masing-masing Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu (promotor), Dr Rahmat Muhammad (kopromotor), dan Prof Dr Phil Sukri (pimpinan sidang).
Sebagai penguji internal dalam ujian promosi doktoral Andi Ahmad Hasan Tenriliweng, hadir Dr Ramli AT, Dr Mansur Rajab, dan Prof Dr Ansar Arifin. Penguji eksternal dari Universitas Muhammadiyah Yokyakarta Dr Fajar Junaedi.
Baca Juga: Jadwal Pemadaman Listrik Hari Ini, Selasa 3 Oktober 2023, Untuk Wilayah Makassar dan Sekitarnya
Paparan Andi Ahmad Hasan Tenriliweng berlangsung sekitar 1,5 jam. Beberapa kelompok suporter yang diteliti Andi Ahmad Hasan Tenriliweng, di antaranya The Jack Mania (Persija Jakarta), Viking Persib Club (Persib Bandung), Brajamusti (PSIM Yogyakarta), Aremania (Arema FC), dan The Macz Man (PSM Makassar).
Berdasarkan penelitiannya, Andi Ahmad Hasan Tenriliweng memaparkan, mekanisme konflik dan kerusuhan suporter terjadi, terbagi dalam dua bagian. Yakni struktural dan kultural.
"Kultural seperti adanya persaingan antarwilayah, fanatisme dan rivalitas internal dan antarklub, dan konektivitas konflik suporter," jelas Andi Ahmad Hasan Tenriliweng di hadapan penguji dan peserta yang hadir.
Baca Juga: Selamat! 1.158 Pelajar dan Mahasiswa Terima Beasiswa Grabscholar 2023, Andy F Noya Sampai Bangga
Selain penguji, hadir pula para akademisi di lingkup Departemen Ilmu Sosiologi dimana Andi Ahmad Hasan Tenriliweng mengabdi sebagai pengajar, dari lingkup Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), dan akademisi dari fakultas lain di Unhas.
Andi Ahmad Hasan Tenriliweng merupakan putra dari pasangan Dr M Iqbal Sultan dan Syamsurani yang lahir pada 28 September 1991. Selain dari kalangan akademisi, hadir pula yang hadir menyaksikan ujian promosi doktoral Andi Ahmad Hasan Tenriliweng adalah para suporter PSM Makassar.
Baca Juga: Terbuka Untuk Umum, Pameran Buku Perpustaan UIN Alauddin Makassar Hingga 27 Oktober 2023
Diketahui, selain sebagai dosen di Departemen Sosiologi, FISIP, Unhas, Andi Ahmad Hasan Tenriliweng juga bekerja dalam manajemen PSM Makassar di media officer sejak 2018.
Hadir pula para wartawan yang menjadi rekan rekan kerja Andi Ahmad Hasan Tenriliweng di PSM Makassar dan beberapa pimpinan media Makassar.
Usai pemaparan Andi Ahmad Hasan Tenriliweng, dilanjutkan sesi pertanyaan dari penguji. Dr Rahmat Muhammad menilai penelitian Andi Ahmad Hasan Tenriliweng merupakan hal baru di ranah Ilmu Sosiologi. Sisi pandang berbeda disampaikan Prof Dr Ansar Arifin.
Baca Juga: Sebelum Memulai, Ini Dia 8 Kelebihan Usaha Ternak Ayam Kampung
Guru Besar Ilmu Sosiologi Unhas Prof Dr Ansar Arifin melihat bahwa salah satu pemicu konflik suporter sepakbola adalah karena kepemimpinan wasit. Kepemimpinan wasit yang dinilai suporter tidak fair membuat suporter konflik.
Andi Ahmad Hasan Tenriliweng mengatakan bahwa mengenai wasit, pihak PSSI sudah melakukan perbaikan wasit, salah satunya dengan bekerja sama dengan Jepang untuk menyeleksi wasit sepakbola yang berkualitas.
Baca Juga: Hasil Pertandingan dan Klasemen BRI Liga 1 2023/2024 Pekan ke 14
"Tapi memang hanya ada sekitar 18 atau 10 wasit yang lolos. Mungkin sebaiknya kita tidak mencari yang salah, tapi yang benar dan apa yang harus diperbaiki," kata Andi Ahmad Hasan Tenriliweng yang disambut tepuk tangan peserta.
Sementara itu, Dr Fajar Junaedi menekankan pertanyaan pada penguatan fans relation officer sebagai pencegahan konflik. Andi Ahmad Hasan Tenriliweng mengatakan bahwa saat ini hanya sampai pada media officer.
Baca Juga: Mendesak, Bahtiar Baharuddin Bentuk Satgas Penindak Bom Ikan dan Pembabatan Hutan Mangrove
"Seperti penanaman pohon bersama antarsuporter di Yokyakarta beberapa waktu lalu dan tentunya juga peran Yang Amat Sangar Terpelajar Dr Dr Fajar Junaedi dalam hal ini," kata Andi Ahmad Hasan Tenriliweng.
Diakhir ujian promosi doktoralnya, Andi Ahmad Hasan Tenriliweng menyerahkan hasil keputusan penguji kepada ibunda tercinta Syamsurani, dilanjutkan memeluk ayahanda tercinta Dr M Iqbal Sultan, yang juga merupakan wakil dekan 2, FISIP, Unhas. Air mata bahagia Andi Ahmad Hasan Tenriliweng pun tak terbendung atas capaiannya yang tentunya tidak lepas dari dukungan kedua orangtuanya.(***)
