POJOKSULSEL, MAKASSAR - Ketua DPD Partai Demokrat Sulbar Suhardi Duka (SDK) optimistis kembali mengamankan satu kursi DPR RI Dapil Sulbar
"Saya masih optimistis bahwa Insyaallah kita masih duduk. Demokrat masih dapat satu kursi (DPR RI Dapil Sulbar)," kata SDK akronim nama Suhardi Duka saat dihubungi wartawan pojoksulsel, Minggu (25/2/2024).
Suhardi Duka mengatakan, pergerakan suara Partai Demokrat saat ini masih sesuai dengan hasil real count KPU untuk Pileg DPR RI Dapil Sulbar.
"Masih itu yang ada di portal (real count KPU)," kata dia.
Baca Juga: Sitti Sutinah Suhardi Harap TPS PSU di Kabupaten Mamuju Jadi Catatan Penyelenggara
Ia mengatakan, meskipun Demokrat memiliki data internal, akan tetapi pihaknya belum melakukan rilis karena perhitungan suara masih berproses di PPK.
SDK mengaku, tidak ingin data perhitungan internal Demokrat jika dirilis bisa mengacaukan publik.
"Jangan sampai mengacaukan publik kita punya hitungan. Tentu berdasarkan hasil penghitungan PPK. Karena PPK ini kan belum kita terima C-1nya," ungkap SDK.
Baca Juga: Jusuf Kalla Tanggapi Isu Hak Angket, Katanya Baik Bagi Kedua Belah Pihak
Namun demikian, mantan Bupati Mamuju dua periode itu mengatakan, jika suara Partai Demokrat pada Pileg DPR RI Dapil Sulawesi Barat lebih 80 ribu.
Melansir dari pemilu2024.kpu.go.id, Partai Demokrat meraih suara sementara, yaitu 70.226 pada hari Minggu (25/2/2024) Pukul 16.00 WIB. Progres 3.429 dari 4.219 atau 81,28 persen.
Suhardi Duka untuk sementara menjadi peraih suara tertinggi pada internal Caleg DPR RI Partai Demokrat, yaitu 58.270.
Baca Juga: KPU RI Umumkan Komisioner KPU Provinsi Terpilih, Berikut Daftar Lengkapnya
Suara tertinggi kedua adah Muh Zulfikar Suhardi 7.812. Disusul Rini Ramli 1.440 suara dan Nexriana 1.220 suara.
Nama lain yang berpeluang mengamankan satu kursi DPRI RI Dapil Sulbar adalah Ratih Megasari Singkarru, Agus Ambo Djiwa, dan Ajbar.
Pileg DPR RI Dapil Sulbar memperebutkan 4 kursi. Daerah pemilihan meliputi Kabupaten Majene, Kabupaten Mamasa, Kabupaten Mamuju, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Kabupaten Pasangkayu, dan Kabupaten Polewali Mandar (Polman) ***


