POJOKSULSEL, JENEPONTO - Satu lagi program unggulan yang diluncurkan pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel Danny Pomanto-Azhar Arsyad (DIA) jika memenangkan Pilgub Sulsel 2024. DIA menjanjikan program bantuan Rp200 juta per desa.

Program bantuan Rp200 juta untuk desa bertujuan untuk membantu pengembangan desa di Sulsel.

Program Rp200 juta per desa disampaikan Danny Pomanto dalam lawatan politiknya di sejumlah Kecamatan di Kabupaten Jeneponto, 22-23 Oktober 2024.

Baca Juga: Deretan Nama-Nama Pejabat Pemprov Sulsel sebagai Pj dan Pjs Kepala Daerah Jelang Pilkada Serentak 2024

Pasangan DIA komitmen membangun desa antara lain bakal diwujudkannya melalui program Bantuan Keuangan Khusus (BKK) untuk setiap desa di Sulsel.

“Insya Allah, kita akan berikan bantuan 200 juta per tahun untuk tiap desa. Ini tahap awal, dan tentu sangat memungkinkan akan meningkat sesuai kondisi keuangan daerah,” jelas Danny Pomanto.

Ditambahkan Wali Kota Makassar dua periode itu, dana sebesar 200 juta akan dialokasikan sebesar 50 juta untuk peningkatan kapasitas Kepala Desa dan Ketua Tim Penggerak PKK di tingkat desa.

Baca Juga: Termasuk IAIN Palopo, 11 Rektor Temui Nasaruddin Umar Bahas Alih Status IAIN ke UIN. Bagaimana Hasilnya?

“50 juta berikutnya untuk peningkatan kapasitas aparat desa, imam desa dan guru mengaji. Sementara 100 juta dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur desa,” ungkap Danny Pomanto.

Sementara itu Juru Bicara Danny – Azhar (DiA), Asri Tadda mengatakan bahwa program Bantuan Keuangan Khusus untuk desa memang belum pernah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

“Jadi ini konsep yang baru di Sulsel. Jika memenangkan Pilgub Sulsel nanti, Danny – Azhar berkomitmen merealisasikannya. Hal ini adalah salah satu program unggulan dari Danny – Azhar, dimana perhatian terhadap desa sebagai lokus pembangunan begitu besar,” kata Asri Tadda.

Baca Juga: Andi Arwin Azis Tekankan Netralitas ASN Sambut Pilkada 2024

Dalam visi-misinya, Danny Pomanto – Azhar Arsyad akan membawa Sulawesi Selatan sebagai lumbung pangan dunia atau Global Food Hub. Visi ini tentu akan bertumpu pada sektor pertanian, perkebunan, kelautan dan perikanan.

“Karena itu tentu lebih banyak fokus pada potensi desa, pesisir dan kepulauan. Yang strategis dalam visi Danny – Azhar, karena pemerintah akan bertindak sebagai pembeli produk petani dan nelayan di desa atau dikenal dengan istilah government off-taker,” beber Asri Tadda.

Dengan begitu ada jaminan harga tidak anjlok bagi para petani dan nelayan saat mereka panen. Bagi Danny – Azhar, hal ini adalah salah satu cara menyelamatkan serta merubah nasib petani dan nelayan menjadi lebih baik.

Karena itu, Asri Tassa mengajak kepada masyarakat Sulawesi Selatan untuk menjadi pemilih cerdas dan menjadikan Pilgub Sulsel sebagai momentum merubah nasib rakyat.

Baca Juga: Andi Arwin Azis Buka Kampanye Pertolongan Pertama Luka Psikologis Kemenkes RI

“Ayo jadi pemilih yang cerdas, yang bisa melihat dan memilih calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang punya gagasan dan konsep perubahan nasib rakyat yang jelas. Insya Allah harapan itu ada di pasangan nomor urut 1, Danny – Azhar,” pungkas Asri Tadda. (***)