POJOKSULSEL, MAKASSAR - Mantan Ketua Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) KNPI Sulawesi Barat (Sulbar), Muhammad Rusdi Umar, merespons hasil pemilihan legislatif DPR RI maupun Pemilu DPR RI daerah pemilihan Sulbar.

Muhammad Rusdi Umar mengatakan, jika mencermati hasil hitung nyata atau real count KPU pada Pileg DPR RI Dapil Sulbar, hampir pasti didominasi oleh partai warna biru.

"Menyimak hasil sementara perolehan suara pada pileg tahun 2024 dapil Sulbar yang sudah hampir 100 persen berdasarkan perhitungan riilcount, hampir pasti untuk DPR RI didominasi 75 persen partai dari warna biru," kata Muhammad Rusdi Umar.

Baca Juga: Pengurus Masjid Umar Bin Khattab BSR 2 Maros Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis Sambut Ramadhan

Ia menilai, hasil Pileg DPR RI Dapil Sulbar bisa menjadi gambaran awal, bahwa pimpinan tertinggi di Sulbar ke depan akan lahir "darah biru", yang bisa menjadi pilihan rakyat pada Pilkada serentak bulan November mendatang.

Menurut real count KPU, data masuk sudah 86,96 persen per Minggu (3/3/2024) pukul 18.00 WIB. Progres 3.669 dari 4.219 TPS.

Partai NasDem menjadi peraih suara terbanyak sementara, yaitu 113.371 (18,32 persen. Tertinggi kedua, ketiga dan keempat, adalah PDI Perjuangan, Partai Demokrat, dan PAN.

Baca Juga: 2 Alumni MAPK Ujungpandang Dikukuhkan Jadi Guru Besar UIN Alauddin Makassar Senin Besok. Siapa?

Pada empat partai politik besar peraih suara terbanyak Pileg DPR RI Dapil Sulbar, tiga di antaranya berwarna biru.

Menurut Rusdi, sapaan akrabnya, peta politik Sulbar pada pemilihan gubernur (Pilgub) tahun ini, tidak bisa mengabaikan perolehan suara Pileg DPR RI. Sebab, perolehan suara yang tersebut merupakan gambaran riil.

Tidak hanya itu, Rusdi juga menyinggung Pemilu DPD RI Dapil Sulbar. Ia mengatakan, suara calon senator adalah suara dari masyarakat Sulbar untuk melalui jalur perseorangan DPD RI.

Baca Juga: Celsea Beatrix Putri Sukses Eksekusi Tradisional Kostum Ayam Jantan dari Timur

Namun demikian, ia menilai, baik DPR RI maupun DPD RI ukuran sederhana elektabiltas yang sesungguhnya ada pada pertarungan caleg DPR RI.

"Karena caleg-calegnya bukan kaleng-kaleng tersebar di seluruh partai. Sementara caleg DPD RI jumlah calegnya sedikit namun mereka juga adalah petarung- petarung politik yang berpengalaman," kata Rusdi yang juga Ketua IKALUIN SYAHID Jakarta Pengda Sulsel.

Menurutnya, kombinasi dan kolaborasi berbagai aspek sangat penting dipertimbangkan, untuk kepemimpinan Sulbar yang akan datang.

"Tapi yang utama adalah pertimbangan bagaimana caranya bisa menang dapat suara banyak, karena alam demokrasi kita saat ini masih sebatas demokrasi adu angka, angka pemilih yang utama," pungkasnya. ***