HARI masihlah pagi. Kopi hitam bercangkir putih tersaji di atas meja. Asap hangatnya masih mengepul tipis. Si pemesan kopi pun langsung mengaduk kopi dengan dilanjutkan satu hirupan nikmat.
Pagi itu, Danny Pomanto menikmati kopi di teras rumahnya sambil berbincang dengan beberapa sahabatnya. Calon Gubernur Sulsel Danny Pomanto, Sabtu akhir pekan itu memiliki jadwal yang padat.
Dalam agenda paginya yang sudah diatur protokolernya, Danny Pomanto akan mengunjungi rumah sahabatnya yang berduka. Dilanjutkan menghadiri pertemuan Majelis Keturunan To Manurung di Wisma Kalla yang akan memberikan dukungan pada pasangan Calon Gubernur Danny Pomanto dan Wakil Gubernur Azhar Arsyad (DIA) dalam Pilgub Sulsel 2024.
Baca Juga: Pj Wali Kota Parepare Abdul Hayat Gani Serahkan Insentif ke Ribuan Tokoh Masyarakat
Disela-sela acaranya yang padat, Danny Pomanto masih menyempatkan diri menikmati secangkir kopi hitam. Obrolan pagi di pinggir kolam di kediaman pribadinya di Jalan Amirullah, mengalir santai.
Hari itu, Danny Pomanto kembali ke Kota Makassar, kota yang selama dua periode dinakhodainya, usai berkunjung ke daerah. Termasuk merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kabupaten Maros dan Takalar.
Yah, di bulan perayaan Maulid Nabi ini, Danny Pomanto seolah enggan melewatkan undangan Maulid Nabi Muhammad yang datang padanya. Di beberapa titik di Makassar marayakan Maulid Nabi bersama warga dan bahkan hingga di beberapa daerah luar Makassar.
Obrolan mengalir santai bersama beberapa potong kue, air putih, dan tentunya secangkir kopi hitam.
Danny Pomanto tentunya menjadikan Nabi Muhammad sebagai teladan dalam menjalankan hidup. Saat obrolan sampai pada tema Maulid, mimik Danny Pomanto berubah serius.
Danny Pomanto mengutip Surah Alfatihah sebagai Ummul Quran. Dua ayat terakhir Surah Alfatihah dibacakan dan kemudian Danny mengartikannya secara fasih.
اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ
صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ
(Ihdinassiral-mustaqim. Siratallazina anamta ‘alaihim, gairil-magdubi ‘alaihim wa laddallin).
Baca Juga: Pj Wali Kota Parepare Sidak di Puskesmas Cempae, Pastikan Pelayanan Sesuai Prosedur
"Dua ayat ini berarti: Bimbinglah kami ke jalan yang lurus, jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan mereka yang dimurkai dan bukan orang-orang yang sesat," kata Danny Pomanto mengartikan ayat itu.
"Saya bukan ahli agama. Saya orang biasa ji kodong. Tapi itulah dasar saya ikut," kata Danny Pomanto yang merendah dan menyadari diri akan kemampuan pengetahuan agamanya dan tak ingin berpongah diri.
Danny Pomanto menjelaskan, ayat ini memohon agar meminta bimbingan ke jalan yang lurus. Jalannya siapa? Jalan orang yang menjadi teladan kita, Rasulullah Muhammad SAW.
"Bukan ka' ahli tafsir kodong," kata Danny Pomanto yang lagi-lagi merendah. Merayakan Maulid untuk kemudian mengingat dan meneladani Rasulullah Nabi Muhammad.
Baca Juga: Chaidir Syam Kembalikan 11 Unit Randis Jelang Cuti Kampanye Pilkada 2024
Dalam beberapa pemaknaan ahli tafsir, kandungan dalam Surah Alfatihah memang memberikan pelajaran dimana Allah SWT sengaja menceritakan berbagai riwayat terdahulu agar menjadi teladan dan bisa diambil pelajaran bagi hamba-Nya yang lain.
Pengutusan terhadap para nabi dan rasul dimaksudkan untuk mengajak umat dan bangsa telah lalu kepada jalan kebenaran. Tetapi banyak yang menolak ajaran dan ada juga yang menerimanya. Sehingga Allah SWT mengkisahkannya dalam Alquran.
Itulah juga yang dipahami seorang Danny Pomanto dengan berusaha selalu mengingat Nabi dan menjadikannya sebagai teladan.
Baca Juga: Kaharuddin Kadir Kembali Jadi Ketua DPRD Parepare
Obrolan mengenai aktivitas Maulid Nabi yang dikkuti Danny Pomanto terus berlanjut. Termasuk saat merayakan Maulid
di Masjid Tua Baitul Muqaddis, Sanrobone, Kabupaten Takalar, sehari sebelumnya.
Seperti Makassar, suhu di Sanrobone Takalar, panas terik. Sudah beberapa waktu belakangan, tak ada hujan turun. Saat Danny Pomanto dan rombongan masuk masjid, tiba-tiba hujan deras mengguyur.
Warga Takalar yang hadir pun serta merta mengucap syukur. "Selama kita di dalam masjid, hujan deras. Alhamdulillah," kata Danny Pomanto.
Baca Juga: Permudah Akses Informasi Pariwisata Daerah, Bupati Luwu Utara Resmikan Website Bulan Pesona
Hujan tentunya adalah berkah yang turun atas kuasa Allah Subhanahu Wataala. Usai acara Maulid, ketika Danny Pomanto akan meninggalkan masjid, tiba tiba hujan reda. Kembali warga yang hadir dalam Maulid mengucap syukur yang tak terhingga. Melapangkan jalan mereka untuk kembali ke rumah masing-masing.
"Alhamdulillah berkah. Pertanda pertanda, tanda baik," teriak warga yang tentunya diarakan pada kontestasi Pilgub Sulsel 2024 untuk kemenangan Danny Pomanto-Azhar Arsyad (DIA).
"Alhamdulillah. Hujan reda dan agin bertiup sepoi. Sejuk sekali. Alhamdulillah," kata Danny Pomanto.
Banyak lah cerita yang berseliweran mengenai peristiwa itu, tapi Danny Pomanto menganggapinya dengan mengatakan semua ketentuan Allah. Alhamdulillah.
Jurus kelakar ala Danny Pomanto pun dikeluarkan. "Mungkin ini ada ilmu Avatar. Baru sekian persen itu," kata Danny Pomanto berseloroh. Seloroh itu yang dibungkus dengan canda ringan guna menghindari pemaknaan yang lain terkait takdir Allah menurunkan hujan pada hari itu sebagai rahmat untuk umatnya.
Baca Juga: Pemkot Parepare Dukung Suksesnya Pilkada Damai, Pastikan ASN Bersikap Netral
Sementara asik berbincang santai, tak lupa Danny Pomanto melirik angka jam di handphone-nya. Danny Pomanto harus bersiap berangkat ke acara selanjutnya.
Dalam masa kampanye Pilgub Sulsel 2024, tentunya waktu Danny Pomanto dengan seabrek kegiatan tentunya sangat padat. Alhamdulillah, pagi itu, Danny Pomanto masih menyempatkan diri menikmati kopi dan bersilaturrahim dengan beberapa sahabatnya.(***)
