POJOKSULSEL, PAREPARE - Calon Wakil Gubernur Sulsel Azhar Arsyad mengingatkan bahaya politik uang atau money politics jelang hari pencoblosan Pilgub Sulsel pada 27 November mendatang. Saat Azhar Arsyad kampanye di Kota Parepare, teriakan DIA "Tarung Sampai Menang" menggema.
Bahaya money politics disampaikan Azhar Arsyad saat menggelar kamopanye di Kelurahan Bumi Harapan, Kec. Bacukiki Barat, Kota Parepare, Jumat (15/10/2024).
Azhar Arsyad tiba di Parepareusai menggelar silahturahmi bersama relawan ProD1A di Kabupaten Barru di hari yang sama.
Baca Juga: Profil Anwar Jaya Husain, Nakhoda Pemuda Tani Indonesia Kabupaten Jeneponto 2024-2029
Azhar Arsyad disambut ratusan pendukung Kota Parepare yang berkumpul di Rumah Pemenangan Anggota DPRD Parepare Fraksi PKB, Hasib Hasyim.
Sekadar diketahui, Azhar Arsyad maju di Pilgub Sulsel mendampingi Calon Gubernur Sulsel Danny Pomanto. Pasangan nomor urut 1 ini menggunakan tagline DIA Pilgub Sulsel 2024.
“Kedatangan warga dengan ikhlas. Saya minta kepada masyarakat saat pulang ke rumah, sampaikan kepada tetanggata’ untuk memilih Ketua PKB Sulsel, pak Azhar Arsyad,” ujar Hasib Hasyim saat menyambut kedatangan Azhar Arsyad.
Baca Juga: Anwar Jaya Husain Dilantik Sebagai Ketua Pemuda Tani Indonesia Jeneponto, Ini Target Perdananya!
Saat dialog bersama masyarakat, teriakan Azhar Arsyad menyebut nama “Parepare” dengan sontak ramai direspon ratusan masyarakat meneriakkan “Tarung Sampai Menang!”
Kemudian Azhar Arsyad menyampaikan kalau ia mempunyai cita-cita untuk menyehatkan politik di Sulsel melalui momentum Pilgub Sulsel 2024.
Dengan menggambarkan bagaimana cara menilai dan memilih pemimpin dengan tolok ukur menunjukkan keberpihakan kepada rakyat.
Baca Juga: Tengok Perjalanan Kafilah Sulbar pada MTQ Korpri Nasional 4 Tahun Terakhir
“Saya punya cita-cita untuk Sulsel ini bagaimana menjalankan politik yang sehat. Sehingga kita bisa tau betul mana pemimpin yang bisa kita pilih sesuai dengan hati nurani kita,” kata Azhar Arsyad.
“Sejak mahasiswa saya pernah banyak mendampingi masyarakat, dan hingga saya banyak aktif di LSM mendampingi petani dan nelayan di desa bertahun-tahun, karena namanya keberpihakan kepada masyarakat itu dimulai dari dalam diri,” ujar Azhar Arsyad.
Azhar Arsyad mengingatkan bahwa pada tanggal 27 November mendatang, suara pilihan masyarakat tidak boleh gampang dibeli dengan uang. Karena konsekuensi dari money politik akan ditanggung sendiri pada masyarakat.
“Jangan mau dibeli suarata’, karena kesenangannya hanya sehari dan kalau salah memilih pemimpin tanggungannya akan kembali sendiri ke masyarakat. Bersenang-senang sekarang lalu menderita kemudian atau berjuang sekarang kita nikmati hasilnya kemudian,” lugas Azhar Arsyad yang disambut riuh tepuk tangan ratusan masyarakat Kota Parepare.
Turut hadir, Ketua Dewan Syuro DPC PKB Parepare, Muhammad Nur bersama jajaran pengurus PKB Pare-Pare. (***)
