POJOKSULSEL, MAKASSAR - Menjelang pukul 14.00 Wita, langit Kota Makassar bergemuruh. Angin kencang diiringi petir dan guntur menyapa Kota Anging Mammiri. Badai menerjang.
Hujan deras mengguyur diiringi angin kencang. Dua tenda besar di depan kantor Lembaga Anti-Corruption Commitee (ACC) Sulawesi di kompleks pertokoan Pettarani Centre di Jalan AP Pettarani, Minggu (17/11/2024), bergoyang.
Badai menerjang Makassar tidak menyurutkan agenda acara pendatanganan Pakta Integritas Antikorupsi yang dinisiasi ACC Sulawesi diundur. Hanya sayang, dari dua pasangan calon (paslon) yang berkontestasi di Pilgub Sulsel 2024, hanya pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Danny Pomanto-Azhar Arsyad yang datang.
Baca Juga: Nilai-Nilai Bugis untuk Penguatan Pendidikan Karakter
Pasangan nomor urut 1 dengan tagline DIA Pilgub Sulsel, Danny Pomanto-Azhar Arsyad menjadi penadatangan tunggal dalam Pakta Integritas Antikorupsi yang diajukan oleh ACC Sulawesi.
Sementara Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Andi Sudirman Sulaiman-Fatmawati Rusdi (Andalan Hati) tidak datang. Tidak diketahui apa alasan pastinya.
Menembus hujan Danny Pomanto-Azhar Arsyad naik ke panggung. Panggung berjarak sekitar 2,5 meter dari tenda utama dimana pasangan DIA duduk bersama tamu undangan.
Baca Juga: Momen Dubes RI Sampai Turun Tangan Jelang KH Hasan Basri Juara MTQ Internasional di Mekkah
Hujan deras diiringi angin kencang tidak menyurutkan semangat pasangan Danny Pomanto-Azhar Arsyad menyatakan komitmen pemberantasan korupsi di Sulsel.
Danny Pomanto mengatakan bahwa pemberantasan korupsi ibarat menghadapi badai, seperti yang terjadi saat itu. Begitulah komitmen yang harus ditandangani dalam Pakta Integritas Antikorupsi.
Perlawanan terhadap korupsi oleh pasangan DIA dimasukkan dalam visi misi mereka. Visi misi yang dibawanya ke KPU sebagai pertanggungjawaban kerja nantinya jika terpilih dan dipercaya memimpin Sulsel lima tahun mendatang.
Baca Juga: Cerita KH Hasan Basri Harus Hapal 3 Juz dalam 15 Hari demi MTQ Internasional di Mekkah
Danny Pomanto mengatakan, tidak hanya pemberantasan korupsi, dalam visi misinya DIA merumuskan cara pencegahan dini.
Tidak hanya pada persoalan pemberantasan korupsi, tapi mulai pada pencegahan, yaitu indikasi korupsi.
"Pemberantasan korupsi itu kadang memakan waktu lama. Setahun sampai dua tahun berproses. Jadi kita mulai dari indikasi, harus preventif atau pencegahan," kata Danny Pomanto yang didampingi Azhar Arsyad sesaat sebelum penandatangan Pakta Integritas Antikorupsi.
Danny Pomanto mengatakan, kenapa DIA memulai dari pencegahan ketika adanya indikasi, karena menurutnya korupsi tidak terjadi secara tiba-tiba.
Danny Pomanto menceritakan pengelamannya di Kota Makassar. Ada kejadian terjadi dua kali dan itu-itu juga yang melakukan.
Baca Juga: Inilah Kisah KH Hasan Basri, Pria Kelahiran Lambanan Sulbar Juara MTQ Internasional di Mekkah
Danny Pomanto mengatakan, indikasi pemerintahan tidak korupsi salah satunya adalah dengan meningkatnya pendapatan daerah. Jika pendapatan daerah meningkat, artinya kebocoran bisa diatasi.
"Pendapatan Makassar naik sampai tiga ratus persen. Karena itu paling mudah terjadi kebocoran," kata Danny Pomanto.
Di bacground pendatanganan Pakta Integritas Antikorupsi tertulis beberapa kalimat, seperti "Kamu Bersih Aku Pilih," "Tangguh Lawan Korupsi," dan "Hasil Korupsi Bukan Rejeki."
Baca Juga: SMA Islam Athirah Bukit Baruga Luncur 12 Website dan 16 Buku Karya Siswa. Keren Lho!
Sementara itu, Azhar Arsyad yang dulunya berlatar belakang aktivis dan bahkan pernah memimpin salah satu lembaga NGO di Makassar, berharap tetap dikawal oleh para aktivis dalam pemberantasan korupsi.
"Korupsi bisa terjadi pada saat situasi tidak terang benderang. Tapi jika semua terang, terbuka dengan bantuan teman teman, insya Allah, akan mudah diberantas," kata Azhar Arsyad.
Azhar Arsyad mengatakan, jika takdir mereka berdua Danny Pomanto-Azhar Arsyad menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, dia berharap teman teman aktivis tetap mengkritik dan mengawal mereka menjalankan pemerintahan yang bersih.
Baca Juga: Deklarasi Istiqlal: Kolaborasi Umat Beragama untuk Kemanusiaan
Sementara itu, terkait ketidakhadiran pasangan Andalan Hati Direktur ACC Abdul Kadir Wokanubun mengatakan, pihaknya sudah melayangkan undangan kepada kedua paslon yang bertarung di Pilgub Sulsel DIA dan Andalan Hati, namun hanya pasangan Danny Pomanto-Azhar Arsyad yang hadir.
Pasangan Andalan Hati hingga hari penadatangan Pakta Integritas Antikorupsi tidak diketahui alasannya hingga tidak hadir.
"Pakta Integritas ini sangat penting untuk memastikan bahwa calon kepala daerah berkomitmen penuh melawan korupsi. Kami berharap semua paslon dapat hadir untuk menunjukkan keseriusannya," kata Abdul Kadir Wokanubun.
Upaya untuk menghadirkan paslon yang bertarung di Pilgub Sulsel sudah diupayakan ACC. Namun, hingga acara selesai, pasangan Andalan Hati tidak hadir.
"Kami juga menghubungi LO mereka, namun tidak ada respons," kata Kadir Wokanubun. Pernyataan Abdukl Kadir Wokanubun disampaikan baik ketika dia membawakan kata sambutan maupun saat diwawancara pascapendatanganan pakta integritas antikorupsi.
Abdul Kadir Wokanubun mengatakan, pihaknya telah berupaya semaksimal mungkin mendatangkan kedua paslon.
"Sudah konfirmasi, mengundang kedua belah pihak untuk menjaga netralitas politik," kata Abdul Kadir Wokanubun.
Baca Juga: Profil Anwar Jaya Husain, Nakhoda Pemuda Tani Indonesia Kabupaten Jeneponto 2024-2029
Menurut Abdul Kadir Wokanubun, pendatanganan pakta integritas Antikorupsi adalah penting untuk mengetahui komitmen pasangan calon untuk bersama memerangi korupsi.
"Tindak pidana korupsi di Sulsel meningkat. Pelaku dari kalangan ASN (Aparatur Sipil Negara) meningkat, utamanya dalam proyek pengadaan barang dan jasa," kata Abdul Kadir Wokanubun.
Melihat data tersebut, kata Abdul Kadir Wokanubun, penting meminta komitmen paslon yang bertarung di Pilgub Sulsel bahwa tindak pidana korupsi menjadi musuh bersama.
Alasan lain, kata Abdul Kadir Wokanubun, sehingg ACC meminta komitmen paslon untuk membuat kegiatan Penandatangan Pakta Integritas Antikorupsi kepada para calon yang bertarung di Pilgub Sulsel, karena dia melihat dalam Debat Pilgub Sulsel, visi misi antikorupsi tidak diberikan ruang besar.
Baca Juga: Anwar Jaya Husain Dilantik Sebagai Ketua Pemuda Tani Indonesia Jeneponto, Ini Target Perdananya!
Ketidakhadiran pasangan Andalan Hati tentu menjadi pertanyaan besar, kenapa tidak hadir. "Pastinya kami tidak tau, mungkin beliau ada kegiatan," kata Abdul Kadir Wokanubun saat diwawancara usai penadatanganan Pakta Integritas Antikorupsi.
Hadir dalam kegiatan yang diinisiasi ACC Sulawesi itu, beberapa aktivis seperti Dewan Pakar ACC Mappinawang, Koordinator Badan Pekerja Komite Masyarakat Anti Korupsi (KMAK) Sulselbar Djusman AR, pendiri YLBH Makassar Adnan Buyung Azis, LBH Makassar Abdul Azis, dan dari beberapa lembaga NGO di Makassar serta Sulsel, dan pimpinan media.(***)
